TIGA generasi sudah Suara Merdeka berjalan. Menjaga eksistensi media hingga usia 62 tahun, jelas bukan hal yang mudah dilakukan. Butuh inovasi dan kebersamaan untuk tumbuh dan berkembang, agar perusahaan surat kabar terbesar di Jawa Tengah ini masih bisa bernapas panjang dalam era digitalisasi informasi.
Sebagai generasi ketiga penerus estafet kepemimpinan, CEO Suara Merdeka Grup Kukrit Suryo Wicaksono sampai saat ini masih memegang teguh keteladanan dan ketokohan yang ditanamkan pendiri Suara Merdeka H Hetami, dan penerus generasi kedua Ir H Budi Santoso. “Pak Budi memberi contoh seperti apa seorang pemimpin yang babat alas. Keteladanan itulah yang selalu menjadi panutan saya untuk menggerakkan roda Suara Merdeka,” katanya dalam resepsi syukuran bersama seluruh karyawan Suara Merdeka Group di aula kantor Jalan Kaligawe Km 5 Semarang, Sabtu (11/2).
Agar koran perekat komunitas Jawa Tengah ini terus bertahan menghadapi begitu banyak aral yang mengadang, Kukrit mengajak seluruh karyawan untuk menanamkan rasa kebersamaan. Tagline “62 Tahun Suara Merdeka Erat Bersahabat” yang dipilih, bukan tanpa makna. Kebersamaan antarkaryawan sudah tidak bisa ditawar lagi. Mengapa? Karena tantangan makin berat, kompetitor makin banyak. “Dulu, kue besar Suara Merdeka hanya dinikmati sendiri. Tapi lima hingga enam tahun terakhir, kita harus membaginya dengan para ‘pendatang baru’,” ujarnya.
Menurut Kukrit, Suara Merdeka memiliki satu garansi yang koran lain tidak miliki, yakni selama 62 tahun bekerja, berkeringat, dan berdarah-darah bersama dengan masyarakat. “Itu komitmen yang tidak bisa dibuat-buat. Hanya masyarakat yang bisa menilai,” katanya.
Meraih Kemenangan
Karena itu, kunci untuk mempertahankan Suara Merdeka adalah kebersamaan. Namun kekompakan dan kebersamaan yang diinginkan adalah kebersamaan untuk meraih kemenangan. “Bukan kita kompak tapi diam di tempat. Kehujanan, kebanjiran, yang penting bersama. Bukan seperti itu. Tapi kebersamaan yang bisa menciptakan kondisi saling bekerja sama, dan membuat Suara Merdeka maju. Itu yang saya harapkan,” tuturnya.
Pesan luhur tersebut tidak cuma disampaikan Kukrit Suryo Wicaksono secara lisan. Pada pesan tahunan, yang sudah menjadi tradisi ulang tahun Suara Merdeka, dengan spidol hitam, ditulisnya pesan tahunan itu, “Kerja Sama Membawa Kemenangan”.
Sebelumnya dilakukan pemotongan tumpeng yang diikuti segenap keluarga, yaitu H Budi Santoso, Sarsa Winiarsih Budi Santoso, Kukrit Suryo Wicaksono, Susan Sanger, Sara Ariana Fiestri, M Reza, dan Rizki Adi Wirastomo. Potongan nasi tumpeng diserahkan kepada perwakilan wartawan berprestasi Hendra Setiawan dari Biro Kota dan Joko Isprawoto, kepala Perwakilan Yogyakarta.
Hadir pula dalam acara tersebut Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Drs Elan Subilan, Komandan Kodim 0733/BS Semarang Letkol Inf Ibnu Djarwadi, dan Rektor Universitas Dian Nuswantoro sekaligus pemilik TvKu, Edi Noersasongko.
Kukrit berharap, kebersamaan tidak hanya ada saat ini, namun juga di tahun-tahun berikut bahkan seterusnya kebersamaan dapat terus ditingkatkan. Dalam bekerja sama harus dibarengi pula dengan sikap dan watak yang positif. Watak yang selalu menjadi solusi bagi setiap masalah, selalu berkembang.
Watak untuk selalu memberikan yang terbaik, tanpa diminta dan tanpa dijanjikan bonus. “Ke depan tantangan Suara Merdeka makin berat. Tapi akan menjadi ringan bila kita kompak,” tuturnya.
Ya, hanya dengan kerja sama dan kekompakan, jangankan hanya banjir, jangankan hanya gelombang, angin topan pun akan kita taklukkan.(
Fani Ayudea, Anggun Puspita-47)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad