GENUK - Warga Kelurahan Sembungharjo mempertanyakan anggaran pembangunan Jalan Sedayu Tugu.
Selama ini warga mengetahui nilai anggaran jalan yang dialokasikan Dinas Bina Marga Rp 500 juta, tetapi dari paparan di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Genuk justru turun menjadi Rp 90 juta.
Warga mempertanyakan anggaran yang berbeda itu. ''Kami baca di koran anggarannya Rp 500 juta, kok sekarang jadi Rp 90 juta. Yang benar bagaimana, padahal kami sudah sosialisasikan kepada warga di setiap pertemuan,'' kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sembungharjo, Saidun, Sabtu (11/2).
Diungkapkannya, saat ada alokasi untuk pembangunan jalan lingkar sampai jembatan layang Bangetayu warga sangat senang. Pasalnya selama ini warga kesulitan untuk menuju ke Kaligawe. Terlebih banyak warga Sembungharjo yang bekerja di LIK Kaligawe. ''Jelas kami bertanya-tanya kenapa anggarannya bisa beda,'' tandasnya.
Sebelas dua belas juga dilontarkan Ketua LPMK Bangetayu Samsun. Adanya pemberitaan anggaran Jalan Sedayu Rp 500 juta, sangat disambut bahagia oleh warga. Dengan hasil Musrenbang, dia siap bersama warga untuk mendatangi Pemkot Semarang untuk mempertanyakan pengurangan anggaran itu.
17 Paket
Adanya pernyataan warga akan mendatangi Pemkot mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat H Hardi. Bagi dia, pernyataan Dinas Bina Marga harus ada klarifikasi supaya warga tidak kebingungan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dinas Bina Marga Kota Semarang mengusulkan beberapa program pembangunan jalan di kawasan pinggiran. Ada 17 paket pengerjaan jalan, salah satunya peningkatan Jalan Sedayu Tugu yang diusulkan Rp 500 juta.
Anggota Komisi B dari daerah pemilihan Genuk, M Kholison berharap tokoh masyarakat tidak gegabah untuk mengerahkan warga mendatangi Pemkot Semarang. Namun dari pihak pemerintah sendiri juga harus menjawab pertanyaan warga supaya permasalahan itu tidak berlarut-larut.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Nugroho Joko Purwanto menyatakan, masalah Jalan Sedayu Tugu tetap akan menjadi prioritas penanganan jalan pinggiran. ''Kami merespons pertanyaan warga. Jalan-jalan pinggiran tetap menjadi prioritas kami di 2012. Kalau dana kurang, kan bisa diusulkan lagi di APBD Perubahan 2012. Nilai Rp 500 juta itu baru usulan kami kepada Dewan. Banyaknya jalan-jalan yang harus ditangani, maka perlu pemerataan anggaran. Terlebih lagi masih ada beberapa paket jalan yang akan kami arahkan ke sana,'' tandas dia. (H37,J9-69)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad