SAAT produksi getah karet (lateks) melimpah dan harga komoditi karet di pasaran dunia cukup bagus, tentu menjadi berkah ganda bagi perkebunam karet Batujamus/Kerjoarum, salah satu perkebunan karet di bawah PTPN IX Jateng itu. Tak mengherankan jika laba hampir Rp 100 miliar yang diraih perkebunan itu, menempati posisi paling puncak di PTPN IX.
''Meski keuntungan kebun kami cukup bagus, tapi tantangan tahun depan makin berat dan dibutuhkan inovasi agar perusahaan dapat bertahan dan berkembang,'' tutur Agus Hargianto SP, Administratur PTPN IX Batujamus/Kerjoarum.
Pesan Dirut PTPN IX Jateng S Hartoyo SE agar karyawan perkebunan itu tidak lengah, tetap semangat menghadapi tantangan dan target kerja maupun mengembangkan inovasi. Perkebunan yang digawangi 1.500 penyadap karet dan karyawan itu, sudah membuka pabrik Ribbed Smoked Sheet (RSS) Tarik Ngarum, Kedawung, Sragen.
Melimpah
Di perkebunan Batujamus/Kerjoarum memiliki tanaman menghasilkan (TM) pohon karet (hevea braziliensis) seluas 2.763,76 ha. Sedangkan tanaman belum menghasilkan 692,01 ha. Dengan areal karet TM seluas 2.763,76 ha itu mampu menghasilkan karet 4.701.000 kg/tahun atau mencapai 105,6 persen dari target produksi 4.999.027 kg/tahun. Sedangkan harga karet mentah yang diekspor ke Amerika maupun perusahaan ban, dihargai 4,08 dolar AS/kg.
Melimpahnya produksi karet itu ternyata tidak mampu jika hanya diproses di pabrik RSS Batujamus/Kerjoarum, sebagai pabrik induk. Sehingga produksi laketks di lahan afdeling Kedung Sumber seluas 318 ha dan afdeling Kedawung 425 ha, diolah di RSS Tarik Ngarum. Kapasitas RSS itu mampu menghasilkan karet 5.000 kg/hari. ''Karena itulah, RSS Tarik Ngarum dioperasikan kembali setelah 17 tahun mangkrak,'' tutur Agus Hargianto. (
Anindito AN-79)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad