MARCELLO Lippi adalah pelatih tersukses Juventus. Selama menukangi La Vecchia Signora, dia mempersembahkan lima juara Seri A Liga Italia, satu Coppa Italia, empat Piala Super Italia, satu trofi Liga Champions, satu Piala Super Italia, dan satu Piala Interkontinental.
Jejak Lippi sebagai allenatore hebat Juve kini coba diikuti Antonio Conte. Semasa bermain bersama Lecce dan Si Nyonya Tua, Conte adalah gelandang tipikal pengangkut air. Selalu mobil, dan tak mengenal lelah.Dia juga pemain yang sangat disiplin. Saat ditempatkan di bangku cadangan pun dia tetap bersemangat. Motivasi menjadi yang terbaik adalah motto hidupnya.
Ketika resmi dikontrak di Turin pada 31 Mei 2011, banyak yang meragukan kemampuan pria 42 tahun ini. Sebelum melatih Bianconeri, dia hanya menangani klub-klub semenjana seperti Arezzo, Bari, Atalanta, dan Siena.
Tegas
Walau pernah membawa Bari memenangi trofi Seri B, kapasitas Conte dianggap belum mumpuni. Namun, dia membiarkan kritik itu beterbangan. Kerja, kerja, dan kerja, itulah yang dilakukannya.
Conte dikenal disiplin, tegas, dan konsisten dalam berkomitmen. Pendekatannya dengan para pemain juga sangat baik. Diakui atau tidak, dia mengadopsi gaya melatih Pep Guardiola di Barcelona.
Eks gelandang timnas Italia ini ingin menjadikan Juve berprestasi dan menghibur. Tak heran kalau dia konsisten mengusung skema 4-3-3. Dia punya empat pemain kunci di lapangan, yakni kiper Gianlugi Buffon, bek Giorgio Chiellini, gelandang Andrea Pirlo, dan striker Alessandro Matri.
Buffon masih prima di bawah mistar. Chiellini paling serbaguna karena bisa menjadi center back dan bek kiri. Pirlo semakin matang selaku pengatur serangan. Sementara Matri kian produktif.
Ketekunan, kerja keras, dan komitmen Conte akhirnya terbukti. Musim 2011-2012 memang jauh dari selesai, tapi Buffon cs mencetak rekor belum terkalahkan hingga laga ke-21. Juve memimpin klasemen dengan gaya. ’’Antonio punya potensi menjadi pelatih besar. Namun, sebelum itu dia harus memberi bukti,’’ tutur Lippi.
Bagi Conte, Lippi adalah tokoh anutan. Dia berharap bisa mengikuti jejak sukses sang idola di Turin. ’’Untuk mewujudkan mimpi, kami harus bekerja, bekerja, dan bekerja,’’ tegas Conte yang kini rambutnya menebal lagi selepas menjalani transplantasi. Si Nyonya Tua terlihat kuat di Seri A dan Coppa Italia. Di event yang disebut terakhir, Si Kuda Zebra telah melalui leg pertama semifinal dengan keunggulan 2-1 atas AC Milan. Di Seri A, fokus utama Conte jelas Milan. Di luar Rossoneri, Juve perlu mewaspadai Udinese, Lazio, Inter, dan AS Roma. ’’Agar kekuatan tim terus terjaga, saya tak ragu menerapkan rotasi. Jadwal ketat dan padat memaksa saya melakukan itu. Positifnya, semua pemain menyambut gembira,’’ papar Conte. (Edi Indarto-22) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad