panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
11 Februari 2012
Erat Bersahabat
  • Oleh Kukrit Suryo Wicaksono
image

ORANG Jawa mengenal ungkapan tuna sathak bathi sanak. Makna harafiah ungkapan itu adalah: bagi orang Jawa, ‘’rugi uang’’ tidak menjadi masalah besar, asal mereka mendapat banyak teman atau saudara.
Begitulah orang Jawa menyikapi persahabatan. Persahabatan itu harus tulus, tidak hanya diukur secara fisik atau uang. Persahabatan idealnya adalah relasi yang saling mengisi, saling mengayakan, dan saling mencerahkan.

Titik berat ungkapan tersebut sesungguhnya berada di bathi sanak, bukan di tuna sathak. Artinya, secara substansial sebenarnya ungkapan itu tidak jauh berbeda dari jejaring atau networking.
 Nah, sekarang jelas bahwa tuna sathak bathi sanak sangat relevan dengan perkembangan zaman, ketika networking menjadi faktor yang menentukan.

Dalam dunia pemasaran, kita mengenal horizontal marketing-bukan lagi vertical marketing- yang ditandai dengan kemunculan berbagai media sosial: facebook, twitter, blog, dan sejenisnya. Pada era horizontal itu, networking merupakan keniscayaan. Barang siapa kuat dalam networking, ia akan mampu meraih sukses.

Semangat Tetap Muda

Barang siapa lemah dalam networking, ia akan kesulitan mencapai keberhasilan. Persahabatan dan networking ibarat dua sisi mata uang yang sama, tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Itulah sebabnya orang Jawa selalu mementingkan silaturahmi, agar persaudaraan tidak terputus di tengah jalan.  Satu musuh terlalu banyak, seribu sahabat masih kurang.

Filosofi Jawa itu melandasi tema ulang tahun ke-62 Suara Merdeka, yaitu ‘’Erat Bersahabat’’. Pada usia yang tidak lagi muda ini-meskipun semangat kami tetap muda-kami berusaha menjalin, mempertahankan, dan meningkatkan persahabatan dengan siapa pun.
Kami sadar, seperti sadarnya kebanyakan orang Jawa, bahwa silaturahmi adalah sesuatu yang mutlak dilakukan. Sebagai ‘’perekat komunitas Jawa Tengah’’, Suara Merdeka selalu menempatkan diri sebagai sahabat yang erat dengan segala lapisan masyarakat, siapa pun mereka. Kami merangkul semua komunitas yang ada.

Bentuk konkret niat itu misalnya kami wujudkan dengan membuka rubrik ‘’Tilik Kampung’’ yang merupakan jurnalisme warga; dari masyarakat untuk masyarakat. Bentuk lain dari silaturahmi itu juga kami wujudkan melalui rubrik ‘’Surat Pembaca’’, ‘’Piye Jal’’, dan rubrik-rubrik interaktif semacam itu di edisi-edisi lokal.

Dalam bentuk off print, kami selalu membuka diri bagi terciptanya kerja sama dengan berbagai pihak, baik sesama swasta maupun pemerintah.
Suara Merdeka selalu berusaha mendorong terwujudnya sinergitas swasta dan pemerintah, baik dalam bentuk public-private dialogue maupun public-private partnership. Mengapa? Karena, sinergitas itulah yang akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Semua itu demi menjalin tali silaturahmi, networking dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) yang selama ini ikut membesarkan koran ini. Tanpa ibu-ibu dan bapak-bapak pemerhati serta pembaca Suara Merdeka serta relasi lain, kami bukanlah apa-apa.
Oleh sebab itu, kami berusaha memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, memberikan yang terbaik untuk kemajuan Jawa Tengah. Bagi Suara Merdeka, masyarakat Jateng adalah ‘’pemegang saham’’ terbesar dan terpenting. Dosa besar kalau kami tidak merawat dan mengembangkan kepercayaan yang telah masyarakat berikan kepada Suara Merdeka.

Dinamisator Jateng

‘’Erat bersahabat’’ adalah manifestasi niat kami untuk selalu bersama-sama dengan masyarakat Jateng dalam persahabatan yang tulus. Niat itu pula yang sejak koran ini terbit perdana pada 11 Februari 1950 ditekankan oleh sang pendiri, H Hetami, kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua, Ir Budi Santoso.

Sebagai generasi ketiga, saya berkewajiban meneruskan niat tulus itu, agar berkah Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai kita semua; bukan hanya bagi pengelola, melainkan juga bagi masyarakat luas. Kami sadar bahwa persahabatan selalu berproses dalam situasi dan kondisi yang terus berkembang. Setiap zaman punya dinamika sendiri. Itulah sebabnya, kami pun berusaha menyesuaikan diri dengan dinamika zaman, agar selalu berada di tempat yang tepat, menjadi dinamisator (syukur-syukur menjadi lokomotif) pengembangan Jawa Tengah.

Nilai-nilai itulah yang dalam khasanah budaya Jawa disebut umpan papan; tahu diri, mawas diri, dan berusaha melakukan hal yang terbaik. Kekurangan pasti masih ada di sana-sini, tapi kami selalu berusaha menjadi makin baik.
Pada usia ke-62 ini, sebagai pengelola Suara Merdeka kami menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pemerhati, pembaca, agen-agen pemasaran, agen-agen periklanan, loper, para pengasong, pemasang iklan, dan semua relasi. Marilah kita tetap erat bersahabat, demi kemajuan bersama. (59)

— Kukrit Suryo Wicaksono, CEO Suara Merdeka Group

 

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER