
SEMARANG- Kisah kembar asal Semarang di Swedia, Emilie Falk dan Lin Backlund, terus mengundang perhatian masyarakat luas. Beberapa di antaranya bahkan ikut mengupayakan agar keduanya bisa bertemu dengan orang tua mereka, pasangan Radjiman-Maryati, yang kini tinggal di RT 4 RW 1 Desa Klampok, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Kemarin, R Nurrahmat (40), warga Perumahan Graha Estetika Cluster Anggun M17, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang memiliki kakak ipar di Malmo, Swedia bernama Andriyani (37), mendatangi
rumah Radjiman-Maryati. Dia merekam aktivitas keluarga itu, lalu mengirim video tersebut ke Swedia.
’’Kemarin saya datang ke sana (Grobogan), dan merekam seluruh cerita dengan video. Setelah menerima informasi dari berita yang ditulis Suara Merdeka, Emilie dan Lin memang belum percaya. Karena itu, saya mengirim rekaman video keluarga Radjiman dan Maryati ke Swedia,’’ paparnya.
Ia menambahkan, kakak iparnya sudah bertemu Emilie dan Lin. ’’Saat itu mereka bilang, orang tuanya tinggal di Semarang. Kakak saya juga mengatakan kepada mereka bahwa ia berasal dari Semarang,’’ ujarnya.
Dijelaskan, tempat tinggal Andriyani dapat ditempuh dalam satu jam perjalanan dari rumah si kembar. Saat bertemu, Emilie dan Lin memperlihatkan surat adopsi internasional tertanggal 14 April 1983 kepada Andriyani.
Nurrahmat masih menunggu komunikasi antara kakak iparnya dan Emilie-Lin terkait kesediaan mereka untuk menemui keluarga Radjiman-Maryati.
Berakhir Indah
Kepulangan Emilie Falk dan Lin Backlund tak hanya dinanti oleh keluarga Radjiman-Maryati, melainkan juga para pembaca Suara Merdeka yang terus mengikuti pemberitaan itu. Mereka berharap, Emilie dan Lin segera memberi kepastian.
’’Saya berharap, pertemuan keluarga Radjiman-Maryati dengan anak kembar mereka berakhir indah dan membahagiakan,’’ kata Sulistyono (34), pembaca Suara Merdeka warga Desa Banyuringin, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jumat (10/2).
Menurut bapak satu anak yang juga karyawan sebuah perusahaan plastik di Kota Semarang itu, kisah itu diikutinya setiap koran Suara Merdeka tiba di rumahnya pagi hari.
’’Mungkin di dunia, baru kali ini ada cerita seperti itu. Maka dari itu, saya mengikuti beritanya. Begitu pula teman-teman di kantor,’’ ungkapnya.
Hal senada disampaikan mantan Ketua RK 5 Kampung Tambak Dalam, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Genuk, Sugiarto (62), tempat keluarga Radjiman dan Maryati dulu tinggal.
’’Saya terus berdoa, semoga mereka segera bertemu,’’ tuturnya. (H84,J9-59)
(/)