BANDUNG- Pasokan gas untuk program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dijamin tak bermasalah, terutama di Jawa. Demikian dikemukakan oleh Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono, kemarin.
’’Saya garis bawahi gasnya ada. Bahkan jika jenis gas yang dipilih adalah gas alam yang dipadatkan (compressed natural gas; CNG), stoknya berlimpah. Itu jauh lebih mudah karena di seluruh Jawa sudah ada,’’ tandasnya.
Dari segi harga, lanjut dia, CNG lebih kompetitif, yakni 7 dolar AS per mmbtu. Kisaran harga itu dianggap sudah wajar kendati belum dikonversi ketika dilepas sebagai bahan bakar. Sekarang tinggal menunggu kesiapan infrastruktur penunjang oleh pemerintah. Di antaranya stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan conventer kit.
Infrastruktur, kata dia, harus dipenuhi terlebih dahulu karena gasnya sudah ada. CNG juga mudah diproduksi, sehingga ketersediaannya bisa memenuhi kebutuhan di luar Jawa, antara lain Sumatera dan Kalimantan .
’’Ketika dipakai untuk konversi bahan bakar, bisa diproduksi di Sumsel hingga Sumut dan Kalimantan, di sana banyak produksi gas-nya,’’ jelasnya. (dwi-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad