JAKARTA-Indonesian National Shipowner's Association (INSA) meminta pemerintah menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) kapal niaga nasional. Sebab, subsidi bahan bakar kapal-kapal niaga di daerah kadang tidak merata pembagiannya.
Carmelita Hartoto, Ketua Umum INSA mengatakan selain pembagian tidak merata, pengusaha kapal ingin menghemat subsidi BBM yang diambil dari APBN.
Dengan alasan tersebut, pihaknya meminta pemerintah menghapus BBM subsidi untuk kapal niaga berbendera nasional, kecuali empat jenis kapal, yaitu kapal penumpang, kapal perintis, kapal pelayaran rakyat, serta angkutan sungai dan penyeberangan (ASDP).
’’Kami ingin membantu pemerintah dalam menghemat subsidi BBM, sehingga bisa dialokasikan untuk keperluan lain,’’ tutur Carmelita.
Dalam APBN Perubahan 2011, alokasi subsidi BBM ditetapkan Rp 231,7 triliun, sedangkan pada APBN 2012 sebesar Rp 123,5 triliun.
Carmelita memastikan 95% kapal niaga anggota INSA sudah tidak menggunakan BBM subsidi dari pemerintah, sedangkan yang masih menggunakan hanya 5%.
’’Kami sudah menyampaikan secara langsung usulan tersebut kepada pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),’’ tuturnya.(bn-29)
Garuda Terbangi Bandung-Surabaya
BANDUNG-Garuda Indonesia membuka rute baru Surabaya-Bandung-Surabaya mulai kemarin. Terakhir, rute tersebut diterbangi pada 1999 dan pernah dilayani anak perusahaannya, Citylink, tujuh tahun lalu.
’’Kami menggunakan pesawat B-737-500 berkapasitas 96 penumpang dan 12 di antaranya untuk kelas bisnis. Permintaan rute itu tinggi," kata Direktur Operasi Capt Ari Sapari di sela-sela peresmian penerbangan perdana di Bandara Husein Sastranegra, Bandung.
Pada rute baru itu, pihaknya yakin target load factor atau tingkat isian penumpang rata-rata 85% bisa terpenuhi meskipun ada pesaingnya, yakni Sriwijaya Air dan Merpati. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah koneksi ke Makassar, Balikpapan, dan Denpasar.
Garuda juga berencana membuka rute lainnya, yakni Denpasar-Haneda, Tokyo pada April 2012, serta Jakarta-Taipei pada bulan berikutnya. Mulai 19 Februari menambah frekuensi penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur menjadi tiga kali sehari, di samping rute domestik Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Batam.
’’Untuk keperluan itu tahun ini kami menambah pesawat sebanyak 15 unit, antara lain jenis Boeing 737-800 NG dan Airbus 330,’’ tutur Ari.(dwi-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad