panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
11 Februari 2012
Tak Bisa Andalkan BI Rate
JAKARTA- Penurunan suku bunga tak bisamengandalkan kebijakan suku bunga acuan atau BI rate.

Untuk mendorong penurunan suku bunga kredit, Bank Indonesia (BI) bakal mengeluarkan benchmark suku bunga dasar kredit (SBDK) setelah pembahasan rencana bisnis bank (RBB) rampung pada Maret 2012.

’’Kami bahas RBB, bicara dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Kami memengaruhi harga SBN (srat berharga negara-Red). Semua itu bagian dari upaya untuk mendorong agar suku bunga kredit terpengaruh,’’ tutur Gubernur BI Darmin Nasution setelah  peluncuran buku ’’Indonesia Sustaining Growth During Global Volatility’’, kemarin.

Menurut dia, penurunan suku bunga kredit tidak hanya dilihat dari BI rate, sehingga jangan menganggap penurunan BI rate akan menyebabkan suku bunga kredit serta-merta turun.

’’Jadi jangan terlalu fokus seolah-olah setelah BI rate turun pasti proporsional (suku bunga kredit) akan turun,’’ tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, BI menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin dari 6% menjadi 5,75%, Kamis.

Menjaga

Darmin menyatakan penurunan itu untuk menjaga ekonomi Indonesia agar tidak terpengaruh oleh krisis utang yang terjadi di Eropa dan AS.

’’Intinya adalah apa yang kita lakukan itu mencoba memberi dasar atau pondasi agar ekonomi kita tidak terpengaruh terlalu jauh oleh krisis yang terjadi di dunia,’’ paparnya.

Penurunan BI rate, lanjut dia, merupakan salah satu cara agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak turun. Tahun lalu, angka pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5%.

Ia menambahkan sebetulnya ekonomi Indonesia memiliki kelebihan dibandingkan dengan negara lain sekawasan. Salah satunya, kebijakan dari sisi fiskal dan moneter.’’Kita masih punya ruang untuk melakukan langkah-langkah counter cyclical baik dari sisi  moneter maupun di fiskal,’’ ujarnya.

Dari sisi fiskal, kata dia, defisit anggaran negara masih kecil sehingga masih ada ruang untuk memberi insentif bagi pertumbuhan ekonomi. Dari sisi moneter, suku bunga acuan 5,75% dikurangi angka inflasi 3,65% masih positif, sedangkan negara lain negatif. (bn-29)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER