
SEMARANG- Pemahaman guru kimia baik di tingkat SMP maupun SMA terhadap bidang ilmu kimia terapan perlu terus ditingkatkan. ''Banyak ide di bidang kimia terapan yang muncul dari siswa, namun sayang pengembangannya masih sangat lemah, karena kurangnya pemahaman. Pelajaran Kimia yang diberikan para guru lebih banyak bersifat materi dasar atau teoretis,'' kata Direktur Akademi Kimia Industri (Akin) St Paulus Herman Yoseph S SPd MT, belum lama ini.
Dia mengatakan hal itu di sela-sela menerima kunjungan 25 anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA se-Kabupaten Batang sekaligus penandatanganan MoU, di kampus Akin Jalan Sriwijaya, Semarang.
Menurut Herman, banyak karya ilmiah remaja baik untuk tingkat SMP maupun SMA yang juga terkendala penelitian dan uji mutu, karena minimnya sarana laboratorium. ''Kami menyadari banyak keterbatasan di tingkat sekolah, karena itu kami berusaha menjembatani dengan berperan sebagai konsultan,'' papar dia.
Kerja sama serupa juga dilakukan Akin St Paulus dengan SMAN Bae Kudus, SMAN 1 dan SMK Bhineka Kendal, serta SMAN 1 Ungaran. Menurut Pembina MGMP Kimia Batang Ismuzaroh yang juga kepala SMAN Subah, selain kendala sarana dan prasarana laboratorium yang kurang lengkap, keterampilan guru di bidang ilmu kimia terapan juga belum memadai.
Karya Ilmiah
''Kami menyadari hal itu, karenanya kami bekerja sama dengan Akin untuk melakukan kerja sama di bidang analisis dan penelitian kimia terapan,'' ujarnya. Ismuzaroh mengakui, laboratorium Akin St Paulus sangat lengkap dan bisa menjembatani apa yang dibutuhkan sekolah-sekolah di daerahnya.
Apalagi, tahun 2010 SMAN Bawang berhasil meraih juara II karya ilmiah tingkat nasional di Malang lewat biskuit tomat, bayam, dan wortel atau tobatel. ''Kami berharap lewat kerja sama ini akan muncul lebih banyak lagi karya ilmiah dari para siswa kami,'' katanya.
Dosen Akin St Paulus Ir Ronny Windu Sudrajat MT memaparkan pembuatan minyak atsiri yang dilakukan lewat proses destilasi. ''Tidak ada tabung bisa gunakan rantang atau toples. Jika tidak punya alat ngepres bisa gunakan dongkrak,'' katanya.
Bahan baku pembuatan minyak atsiri bisa didapatkan dari lingkungan sekitar. Dia mencontohkan, ekstrak jahe bisa untuk obat batuk, pala mengobati sakit gigi, sirih sebagai desinfektan. (D2-37)