panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
11 Februari 2012
DEBAT : "Nilai UN, Syarat Masuk PTN"
Peninjauan Ulang Validitas Nilai UN
  • Khusnul Kholifah : Mahasiswi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
MARAKNYA kasus pembocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) oleh oknum yang tidak bertanggungjawab senantiasa mewarnai proses berlangsungnya UN setiap tahun.

Merujuk pada pengalaman saya pada masa kelulusan sekolah menengah atas (SMA), terlintas di benak saya bahwa nilai UN bukanlah segala-galanya. Mak­sud saya, parameter se­bu­ah kualitas kelulusan bukan hanya ditinjau dari segi tingginya nilai UN saja, akan tetapi juga dari segi keterampilan dan sikap.

Perlu digarisbawahi, tidak selamanya anak yang pintar selalu mendapatkan nilai UN tertinggi. Tidak sedikit di antara mereka yang gagal meraih nilai yang terbaik, bahkan ada yang tidak lulus lantaran gagal dalam UN.

Jika kualitas calon peserta didik pada suatu perguruan tinggi negeri (PTN) diukur dari nilai UN, maka parameter yang digunakan hanya dari segi kognitif saja. Padahal, sebuah lapangan kerja membutuhkan output dari lulusan PTN yang bukan hanya mahir berteori saja, melainkan juga implikasi serta pengamalannya.

Perlu diketahui, tidak seperti pendaftaran penerimaan mahasiswa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM­PTN) yang akan mulai dibuka kisaran bulan Februari hingga Maret, jika menunggu nilai hasil UN maka tidak menutup ke­mung­kinan pendaftaran akan di­lak­sanakan pada bulan berikutnya.

Tidak masalah jika siswa memiliki nilai UN yang tinggi, namun untuk siswa yang memiliki nilai pas-pasan, waktu yang digunakan untuk menunggu pengumuman pendaftaran di suatu PTN lebih baik digunakan untuk mendaftarkan diri pada perguruan tinggi lain.

Sebuah proses pendidikan tidak hanya bermuara pada ranah kognitif saja, akan tetapi perlu dukungan dari segi psikomotorik dan juga afektif. (24)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER