banyumas- Meski perbaikan total Jembatan Kalibeber yang rusak diterjang arus sungai beberapa waktu lalu belum rampung, namun pengguna motor masih tetap memilih jalan alternatif penghubung Ajibarang-Gumelar. Mereka memanfaatkan jembatan darurat dari bambu yang dibuat warga setempat.
Warga Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Endro Kuncoro, kemarin mengatakan berkat keberadaan jembatan darurat, pengguna motor dapat tetap melintasi jalur alternatif Ajibarang-Gumelar.
Itu berarti mereka tetap bisa menghemat perjalanan yang lebih jauh daripada harus melintasi jalur utama Ajibarang-Gumelar melalui Desa Karangbawang dan Pancasan menuju Ajibarang.
Segera Selesai
''Kalau lewat Desa Kracak memang jadi lebih dekat, makanya keberadaan jembatan darurat di perbatasan Desa Kracak dan Darmakradenan tersebut tetap menjadi pilihan warga.''
Dia berharap agar perbaikan jembatan Kalibeber di perbatasan Kracak-Darmakradenan itu dapat segera selesai. Pasalnya, jalur alternatif tersebut lebih banyak dipilih pengguna jalan.
''Semoga secepatnya jembatan dapat selesai, sehingga lalu lintas di jalan ini dapat segera lancar seperti semula,'' ujarnya.
Kepala Desa Darmakradenan, Harjono, sebelumnya mengatakan diperkirakan perbaikan Jembatan Kalibeber akan rampung dalam waktu dua bulan atau akhir Februari 2012 mendatang.
Diharapkan jika perbaikan itu selesai dilaksanakan, maka dapat memperlancar kondisi lalu lintas di jalur alternatif Ajibarang-Gumelar tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Kalibeber yang berada di perbatasan Desa Kracak-Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang itu rusak akibat terjangan arus sungai.
Kondisi bangunan yang tua juga mengakibatkan badan jembatan akhirnya ambruk ketika hendak diperbaiki oleh dinas terkait.(sus-17)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad