NGALIYAN- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian dan Peternakan Kecamatan Ngliyan melakukan penyemprotan ulat bulu yang selama sepekan ini dikeluhkan warga Perumahan Sulanji, Jl Penambahan Senopati dan SDN Ngaliyan 1, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Genuk, Jumat (10/2).
Tiga petugas dengan pakaian pelindung lengkap, menyemprot pohon angsana di sekitar Jl tersebut, tepatnya di depan SDN Ngaliyan 1.
Penyemprotan ini dilakukan setelah dinas terkait mendapat laporan warga soal banyak ulat bulu yang menempel di pohon angsana. Bahkan ulat menempel di dinding sekolah dan masuk ruangan kelas. Akibatnya, murid kelas 1 SDN Ngaliyan terpaksa dipindah. ”Anak-anak kami pindah ke ruang kelas 2 E agar tidak proses belajar tidak terganggu,” kata Sujiyah salat satu guru.
Sujiyah mengatakan, ulat bulu mulai tampak dalam sepekan. Dalam tiga hari terakhir, jumlah ulat semakin banyak dan mengkhawatirkan. ”Beberapa anak mengeluh gatal-gatal. Kami khawatir, serangan ulat semakin parah dan mengganggu proses belajar,” tuturnya.
Lurah Ngaliyan Sutrisno, serangan ulat bulu pernah terjadi di wilayahnya.
”Saya minta, warga segera melaporkan jika ada ulat bulu agar segera mendapat penyemprotan. Sebab, ulat bulu sangat cepat perkembangannya,” kata Sutrisno. Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang Ayu Enthis mengatakan, pihaknya baru mendapat laporan dari masyarakat hari ini (Jumat, 10/2).
”Kami minta, jika ada ulat bulu segera lapor ke dinas di kecamatan. Sehingga penanganan cepat dilakukan,” kata Ayu. Ia meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar, apalagi musim penghujan ini banyak kupu yang bertelu di daun. (H85, H55-61)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad