panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
11 Februari 2012
Tank Suriah Kepung Basis Oposisi
AMMAN - Sejumlah tank ditempatkan di dekat kubu-kubu oposisi di Homs, Jumat kemarin, sementara pasukan pemerintah Suriah terus membombardir kota itu pada hari kelima penyerbuan. Presiden Bashar al-Assad, yang mendapatkan dukungan Rusia, mengabaikan seruan dari para pemimpin dunia untuk menghentikan penyerangan tersebut.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut serangan itu sebagai aksi brutal yang sangat keji, sedangkan Dubes Turki untuk Uni Eropa mempringatkan kondisi tersebut bisa memancing perang saudara yang dapat menggoyahkan stabilitas kawasan.

Para diplomat Barat dan Arab yang mengadakan serangkaian pertemuan, mengecam tindakan Assad dengan komentar-komentar yang sangat pedas. Mereka mengesampingkan intervensi militer dan memilih mengupayakan cara lain untuk meyakinan Assad agar bersedia mundur.

Namun, Rusia menegaskan tidak ada negara satu pun yang boleh mengintervensi urusan dalam negeri Suriah.

Para aktivis di Homs menuturkan, pengiriman sejumlah tank dalam dua hari terakhir memunculkan kekhawatiran akan gempuran besar-besaran terhadap daerah-daerah permukiman masyarakat Suni yang ditempati oleh ratusan ribu warga.

Perlawanan

Milisi pemberontak di bawah bendera Tentara Suriah Merdeka bersiap-siap untuk melakukan perlawanan terhadap kemungkinan gempuran besar-besaran tersebut.

Seorang juru bicara tentara pemberontak menyebutkan, sulit untuk memprediksi kapan serbuan besar-besaran akan dilancarkan. Namun, dia mengklaim Assad tidak memiliki pasukan loyalis yang cukup untuk menguasai kota itu.

”Pasukan Assad mengandalkan tembakan mortir dan bom karena mereka tidak memiliki cukup personel untuk menyerbu. Perlu diingat, Homs adalah kota yang sangat besar dan memiliki begitu banyak penduduk yang harus mereka taklukkan,” ujar Mayor Maher al-Naimi dari Turki.

Sekitar 110 orang tewas di Homs pada Kamis lalu akibat serangan pasukan pemerintah terhadap posisi-posisi pemberontak. Masyarakat internasional berusaha mencari  jalan keluar untuk menyelesaikan krisis di Suriah setelah Rusia dan China memveto resolusi DK PBB yang diusulkan Arab dan Barat.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyatakan, pengiriman kembali misi Liga Arab yang dibantu PBB kemungkinan bisa menjadi solusi untuk menciptakan perdamaian di Suriah.  (rtr-sep-38)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER