panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
11 Februari 2012
Gadis Bisu Tuli Dijadikan Budak
SUNGGUH malang nasib gadis yatim piatu asal Pakistan ini. Selama hampir sepuluh tahun dia dijadikan budak oleh Ilyas Ashar (83) dan istrinya Tallat (66). Gadis yang bisu dan tuli itu dipaksa melayani segala kebutuhan pasangan manula yang tinggal di Cromwell Road, Eccles, Salford, dekat Manchester, Inggris tersebut sejak dia masih kanak-kanak. Yang lebih memilukan, dia juga berulang kali diperkosa oleh Ashar.

Peristiwa pahit itu bermula saat gadis yang kini diperkirakan berusia 19-21 tahun itu diboyong oleh keluarga Ashar ke Inggris pada tahun 2000 silam. Sejak itu dia harus melakukan pekerjaan rutin seperti memasak, bersih-bersih, mencuci baju, menyetrika, dan menjahit tanpa pernah menerima gaji.

Setiap malam, dia dikurung di gudang bawah tanah. Pukulan bukan hal yang baru bagi gadis itu. Jika  dianggap terlalu lamban, rambutnya akan dijambak. Sementara jika masakannya terlalu pedas atau panas, dia akan ditampar.

Polisi akhirnya mendapat laporan mengenai korban dan mendatangi rumah tersebut pada tahun 2009. Saat itu, gadis itu ditemukan sedang tidur di gudang bawah tanah.

Jaksa penuntut umum, Peter Cadwallader, dalam persidangan di Minshull Street Crown Court, Manchester, kemarin menyatakan bahwa korban yang tuli dan bisu itu telah menjadi korban perdagangan manusia.

Tidak Sekolah

“Dia dibawa ke negeri ini dan dieksploitasi,” kata Cadwallader. “Dia menjadi korban ancaman dan kekerasan sepanjang hidupnya sejak dia masih kanak-kanak.”

Berapa usia gadis itu tidak diketahui dengan pasti. Namun diperkirakan dia berumur antara 10-12 tahun saat pertama kali datang ke Inggris. Usia itu merupakan batas minimal yang diizinkan imigrasi.

Cadwallader menambahkan, selain disiksa secara fisik korban juga disiksa secara seksual termasuk diperkosa oleh Ashar. Dia menambahkan, korban juga tidak mengenal siapa pun di Inggris karena selama berada di negeri itu dia selalu dikurung.

Korban tidak pernah mengeyam pendidikan baik di Inggris maupun di Pakistan sehingga dia tidak bisa membaca atau menulis. Pasangan Ashar memberi tahu dia bahwa orang tuanya telah meninggal.

Pasangan suami istri Ashar hingga kemarin masih membantah semua dakwaan, termasuk dakwaan perdagangan manusia untuk eksploitasi, pemerkosaan dan penganiayaan. (telegraph-mn-66)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER