panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Internasional
11 Februari 2012
Dibebaskan, Biksu Myanmar Kembali Ditahan
YANGON - Seorang biksu Budha Myanmar kembali ditahan setelah selama kurang lebih satu bulan dibebaskan. Otoritas setempat menyatakan, biksu yang dikenal dengan nama Shin Gambira itu ditahan untuk dimintai keterangan terkait ulahnya mendobrak tiga kuil yang disegel pemerintah.

”Pagi ini dia terpaksa ditangkap dari biaranya guna diminta keterangan. Sebab, dia membuka paksa tiga biara sejak dibebaskan,” kata seorang pejabat Myanmar seperti dikutip AFP, Jumat (10/2).

Seorang biksu menyatakan, Gambira dijemput di sebuah biara di Rangoon oleh 15 petugas pada Jumat pagi. Para petugas yang menumpang tiga mobil tersebut, menurut biksu itu, merupakan petugas dari departemen urusan agama. Gambira termasuk salah satu dari ratusan tokoh politik yang dibebaskan pemerintah Myanmar pada Januari lalu. Dia dibebaskan dari hukuman penjara 68 tahun yang diputuskan kepadanya.

Sebelumnya sosok yang dikenal kunci dari “Revolusi Saffron” itu sempat ditahan karena mengorganisir protes antipemerintah pada 2007 silam. Saat itu dia memimpin protes kecil menentang meningkatnya biaya hidup yang dinilai menyengsarakan rakyat.

Saat protes berubah menjadi besar, pemerintah Myanmar yang waktu itu masih dipegang pihak junta militer berusaha membubarkan protes dengan kekerasan sehingga menyebabkan 31 orang tewas.

Bumerang

Sejak Oktober tahun lalu, pemerintah Myanmar melakukan sejumlah reformasi. Di antaranya dengan membebaskan sekitar 500 tahanan politik, termasuk Gambira. Langkah yang ditujukan untuk melepaskan diri dari sanksi Barat itu menuai apresiasi dari dunia. Namun dalam wawancara menyusul pembebasannya, Gambira menyatakan bahwa dia tetap meragukan reformasi di Myanmar.

Banyak kalangan menilai, penahanan kembali tokoh seperti Gambira bisa menjadi bumerang bagi pemerintah Myanmar. Sebab, saat ini merupakan saat yang sensitif menjelang kampanye pemilu sela. PBB, AS, Uni Eropa, dan para pegiat HAM diperkirakan akan memantau pemilu yang bakal digelar pada 1 April tersebut.

Seorang pejabat Uni Eropa, Andris Piebalgs, dijadwalkan berkunjung ke negara itu pada Sabtu guna menyerahkan bantuan senilai 199 juta dolar AS. Bantuan itu diberikan sebagai apresiasi atas serangkaian reformasi yang dilakukan negara dengan nama lain Burma tersebut. Selain akan bertemu Presiden Thein Sein, Piebalgs juga akan bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. (bbc,afp-mn-66)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER