panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
11 Februari 2012
Tebing Sungai Dolog Longsor
DEMAK- Tebing Sungai Dolog di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, longsor dalam beberapa waktu terakhir. Titik longsor berada di tebing sebelah timur sepanjang 100 meter dengan kedalaman hampir 11 meter. Warga mengaku khawatir imbas longsornya tebing  akan  mengancam badan jalan yang terbuat dari beton maupun pemukiman.

”Melihat kondisi longsor yang terjadi terus terang  kami khawatir. Tanpa penanganan serius tak hanya jalan yang terancam putus melainkan juga pemukiman penduduk,” ujar warga M Noor (38) kemarin. Dia menambahkan longsor tebing belum terlihat mengkhawatirkan dua pekan lalu. Namun sepekan terakhir kondisinya kian melebar dan membentuk cekungan.

”Kalau orang Jawa bilang growongnya terus bertambah. Kalau terus dibiarkan maka kali pertama yang terkena dampaknya adalah jalan.
Paling banter sepekan apabila longsor tak tertangani jalan beton itu pasti putus karena tak ada lagi tanah yang menyangga,” tambahnya.  
Saiful (42), warga lainnya mengemukakan guguran tanah jatuh menumpuk di dasar sungai.  Tanah berguguran apabila turun hujan deras.

Semenjak longsor bertambah warga memasang pengaman berupa pagar bambu sebagai tanda agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas. Tanpa dipasang pagar bisa saja kendaraan yang sedang melintas terperosok ke dalam jurang ketinggian belasan meter.
Warga di seputaran lokasi kerap mengingatkan pengguna jalan terutama roda empat agar bisa bersedia saling mengalah ketika melintas. Seandainya tak mematuhi saran warga nyawa taruhannya terjungkal di tebing sungai yang kini longsor.

Kades Banyumeneng M Naim mengemukakan pihaknya sudah memberi tahu pihak kecamatan sehubungan longsor tebing sungai. Butuh secepatnya dilakukan penangangan agar longsor tak terus meluas. Apabila longsor sampai menggerus jalan maka dampaknya sedemikian buruk.
Ribuan pengguna jalan dari Kawasan Kecamatan Mranggen atau warga Pringapus Kabupaten Semarang yang sehari-hari lewat akan kesulitan. Jalan yang putus akan mempengaruhi aktivitas perekonomian.

Akses Vital

Camat Anang Badrul Kamal mengemukakan informasi longsor bahkan sudah diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng di Semarang. Pihaknya masih menunggu rencana perbaikan yang akan dilakukan instansi pusat dan provinsi tersebut.

Menurutnya jalan Raya Mranggen-Pringapus yang melewati kawasan Desa Banyumeneng merupakan akses vital. Apabila sampai terputus lantaran tergerus longsor dampaknya merugikan ribuan warga. Panjang jalan beton penghubung Demak-Semarang ini mencapai 25 kilometer lebar 4 meter.  
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Demak Ir Budi Haryanto dan Kabid Bina Marga Budi Harsono menyatakan penanganan tebing sungai butuh koordinasi lintas instansi, karena merupakan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

Pemkab juga sudah berkoordinasi dengan dua instansi terkait yakni PSDA dan Balai Besar. Diperoleh informasi bahwa untuk mengatasi longsor butuh dilakukan penyudetan Sungai Dolog.
Sebab longsor dimungkinkan karena tebing sungai terus menerus dihantam arus akibat alur sungai tak lagi lurus. Bahkan sesuai pengamatan alur sungai Dolog sudah bergeser hampir 50 meter kearah timur. (H41-14) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER