KENDAL - Seorang balita, Mohamad Iqbal (2) warga RT 3 RW 2, Desa Tegorejo, Pegandon, Kendal diduga terjangkit penyakit virus Singapura. Virus tersebut menyerang mulut, tangan, dan kaki, sehingga menyebabkan muncul bercak merah.
Dia diduga tertular virus setelah ikut kerabatnya menjemput tenaga kerja wanita di Bandara Ahmad Yani, sekitar seminggu yang lalu yang pulang dari Singapura. Balita tersebut sudah menjalani perawatan di RSUD Soewondo Kendal, sejak tiga hari terakhir. Dia dirawat di Ruang Bogenvile. Kondisinya masih lemas. Dokter mendiagnosis Iqbal terjangkit penyakit virus Singapura.
Ayah M Iqbal, Arif Ari Wibowo mengatakan, sekitar seminggu yang lalu, ia bersama kerabat dan putranya menjemput tenaga kerja wanita asal Kendal yang pulang dari Singapura di Bandara Ahmad Yani Semarang. ‘’Beberapa hari kemudian, anak saya demam tinggi dan muncul bintik merah pada mulut dan sekujur tubuh. Saya menduga terserang demam berdarah. Ternyata dokter mendiagnosis anak saya terserang virus Singapura.
Dokter spesialis anak RSUD Soewondo Kendal dr Rifai Koesen Sp.A mengatakan, balita atas nama M Iqbal warga Tegorejo, Pegandon, positif terserang virus Singapura, tetapi kadarnya rendah. Hal itu, karena ayahnya pernah menjemput TKW yang pulang dari Singapura. Dia menjelaskan, virus tersebut bernama hands foot mouth disase (HFMD). Namun karena pertama kali ditemukan di Singapura, orang menyebutnya virus Singapura.
Dia mengemukakan, virus itu tidak terlalu berbahaya, sehingga tidak perlu dirawat di ruang isolasi. Namun demikian, pihaknya memberikan ruang tersendiri. Dikatakan, kerabat yang ingin menjenguk, juga harus dalam kondisi fit. ‘’Virus ini menular melalui udara dan air liur pasien. Proses penyembuhan memakan waktu sekitar satu pekan sambil menunggu bercak merah mengering,’’ jelasnya. (H36-14) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad