SEMARANG - Persaingan sengit terjadi di kelompok Tunggal Anak Madya pada lanjutan Kajuaraan Bulu Tangkis Super Badminton-Kejurkot Tugumuda Cup VI 2012 yang berlangsung di GOR Tri Lomba Juang Semarang Jumat (10/2) sore kemarin.
Dari 16 laga kelompok Tunggal Anak Putra Madya, belum ada dominasi yang terlihat. Klub-klub seperti Matahari Terbit, Pendowo, Hamas, Gatra, Garuda Yunior maupun Tri Star mampu meloloskan atlet-atlet terbaik mereka ke babak selanjutnya.
Dari Matahari Terbit, hingga babak penyisihan masih mampu mewakilkan dua pebulu tangkis M Rafli dan Johannes. Tri Star juga sukses meloloskan tiga atlet mereka, Julio Cesar, Russel Yang dan Givandi.
Pelatih Pendowo, Doni Wirayudha mengungkapkan, PB Pendowo saat ini masih menaruh harapan besar kepada dua atlet mereka Faisal Heda dan juga Xerces.
”Keduanya masih berpeluang besar melaju ke final. Tapi persaingan akan ketat karena musuh-musuhnya juga memiliki kemampuan yang seimbang. Tinggal bagaimana kondisi masing-masing pemain di babak berikutnya nanti,” kata Doni.
PB Hamas tak mau kalah, mereka meloloskan dua atlet Syaikul Huda dan Aditya Putra. Garuda Yunior juga mampu mewakilkan dua atlet, yaitu Erlik Sahadewa dan juga Daffa Oktavian.
Sedangkan New Tiara, Tamtomo, Sehat dan Gatra masing-masing mewakilkan satu atlet, Alan Kuntjoro (New Tiara), Hibban Maulana (Tomtomo), Cavella Arga (Sehat) dan Dimas Pramudya (Gatra).
Agenda Rutin
Pelatih Gatra Dwi Artono mengatakan, di nomor Tunggal Anak Putra Madya, klubnya memang sedikit kecolongan. Beberapa atlet terbaik yang diharapkan mampu lolos, malah terjungkal di penyisihan.
”Total kami menurunkan sembilan anak, tapi beberapa di antara mereka sedang tidak dalam performa terbaik,” kata Dwi.
Persaingan ketat juga terlihat di kelompok Dini Dasar, baik putra maupun putri. Beberapa partai bahkan harus diselesaikan dengan rubber set.
Sekum Pengprov PBSI Jateng Binarto Gani mengatakan, PBSI Kota Semarang dianggapnya sukses dalam penyelenggaraan kejuaraan. Dalam setahun, minimal ada dua agenda rutin yang diselenggarakan di daerah ini. Proses pendataan atlet juga cukup baik. Di event Tugumuda Cup VI 2012 misalnya, protes soal umur juga sangat minim karena PBSI telah memiliki data base usia para pemain.
”Setiap peserta memang telah memiliki kartu tanda anggota yang fungsinya hampir sama dengan KTP. Jadi tak ada komplain soal usia,” tandasnya. (H71-14) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad