BOYOLALI- Angin lisus menerjang Dukuh Bantul, Desa Bakulan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (9/2) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun sejumlah rumah mengalami kerusakan, terutama bagian atap.
Meski hanya berlangsung sekitar satu menit, terjangan angin menerbangkan genting rumah warga.
Hal yang mengherankan, bencana terjadi tanpa disertai hujan. Tak pelak warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tercatat ada enam rumah warga yang mengalami kerusakan. Keenam rumah tersebut milik Arifin (35), Dul Khafi (60), Dampari (60), Wanido (60), Imam Yahya (35), dan Muslim Panut (45). Seluruhnya warga Dukuh Bantul Rt 09/03. Akibat bencana tersebut, kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai Rp 1,5 juta lebih.
Camat Cepogo, Siti Askariyah dalam laporannya ke Pemkab Boyolali, Jumat (10/2) membenarkan kejadian tersebut. Siti menerangkan, kerusakan akibat musibah tersebut terhitung kerusakan ringan. Usai bencana, warga langsung bergotong royong membersihkan puing akibat terjangan angin.
Warga yang rumahnya rusak, juga langsung berbenah supaya rumah dapat digunakan untuk bermalam.
“Terjangan angin hanya sekitar satu menit dan mengakibatkan enam rumah rusak ringan karena atapnya diterbangkan angin dan pecah,” terangnya. Bencana angin ribut atau lisus diakuinya kerap menerjang wilayahnya.
Sesuai pantauan LKTS (Lembaga Kajian untuk Transformasi Sosial), angin lisus merupakan jenis bencana nomor tiga yang sering terjadi di Boyolali.
Dari pantauan LKTS, selain bencana angin ribut, bencana lain yang sering terjadi di Boyolali yakni erupsi Merapi dan banjir, termasuk banjir lahar dingin. Bahkan Boyolali merupakan wilayah kabupaten nomor dua se-Jateng yang paling sering dilanda bencana alam. (G10-89) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad