KLATEN-Warga Desa Demangan, Tambak dan Babadan, Kecamatan Karangdowo Klaten terganggu dengan kondisi air sumur yang berasa asin. Mereka melayangkan surat ke Bupati Sunarna SE. Mereka meminta izin agar bisa mendapat suplai air dari Sukoharjo.
Kades Demangan, Suranto mengatakan, surat sudah dilayangkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), PDAM, dan Bupati.
‘’Kami berharap segera ada solusi atas permasalahan ini,’’ katanya, Jumat (10/2). Dikatakannya, surat itu selain sebagai aduan juga permohonan rekomendasi agar diizinkan menjadi pelanggan PDAM Sukoharjo. Sebab, jarak desa dengan pipa jaringan PDAM Sukoharjo hanya dipisah Bengawan Solo.
Artinya, jarak ke pipa jaringan milik PDAM Sukoharjo jauh lebih dekat dibandingkan harus menyambung ke pipa jaringan di Kecamatan Pedan. Selama ini, kata dia, meski belum secara resmi menjadi pelanggan PDAM kabupaten tetangga, sebenarnya warga desanya sudah mencari air ke wilayah tersebut.
Sebelumnya diberitakan, ribuan jiwa warga Desa Demangan, Tambak dan Babadan, Kecamatan Karangdowo krisis air minum, sebab air berasa sangat asin. Warga terpaksa membeli air dari Desa Majasto, Sukoharjo setiap hari karena air sumur tak layak (SM/14/10). (H34-26) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad