KUDUS - Perlu waktu yang cukup lama untuk merehabilitasi ribuan hektare kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria yang kritis.
Selain waktu yang panjang, juga menuntut komitmen tiga pemimpin daerah yang menghijaukan kembali kawasan yang meliputi tiga kabupaten, yakni Kudus, Jepara, dan Pati.
Berdasar kajian forum DAS Muria, kondisi kawasan yang memprihatinkan itu tidak hanya banyaknya kawasan yang potensial kritis, namun sudah ribuan hektare pula yang menyandang status kritis dan sangat kritis.
''Kondisi lahan kritis ini meliputi tiga wilayah kawasan Muria,'' ujar Ketua Forum Hendy Hendro HS.
Pembentukan desa model menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan dalam menangani kawasan kritis di wilayah Muria.
''Pengembangan desa model ini dengan optimalisasi potensi dengan memberdayakan masyarakat tanpa merusak hutan.''
Di luar pengembangan desa model, komitmen tiga pimpinan daerah untuk menghijaukan kembali kawasan Muria juga tak kalah penting.
Kesadaran Masyarakat
''Komitmen ini tidak sekadar dengan regulasi, tetapi juga dukungan dana untuk rehabilitasi,'' ujarnya.
Kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengembalikan kelestarian kawasan Muria, kata Hendy, perlu ditumbuhkan. Lalu, jika semua bisa bersinergi, berapa waktu yang dibutuhkan agar kawasan Muria kembali hijau?
''Butuh waktu lama, minimal 10 tahun kawasan baru bisa pulih jika semua bisa bersinergi.
Namun jika usaha menghijaukan kembali kawasan Muria bisa terealisasi, paling tidak akan mengurangi potensi banjir di Kudus,'' tegasnya.
''Kalau menghilangkan banjir 100 persen tidak mungkin, tetapi kalau mengurangi, bisa,'' tandasnya. (H61-15)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad