panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Kedu
11 Februari 2012
Longsor Sungai Luk Ulo Meluas
  • Warga Bongkar Mushala
KEBUMEN- Tanah longsor di tebing Sungai Luk Ulo di Kelurahan Panjer, Kebumen terus meluas. Longsor susulan kembali terjadi Jumat (10/2) sekitar pukul 00.00 dini hari. Akibatnya tebing sungai semakin mendekati rumah milik Mundiri (57) yang saat ini dikontrak oleh keluarga Samsul Arifin.

"Semalam saya terbangun saat mendengar suara gemuruh dan melihat keluar, tanah longsor semakin melebar," ujar Lilis (21) istri Arifin kepada Suara Merdeka, Jumat (10/2).

Meski sudah disarankan untuk pindah, keluarga Samsul Arifin, perantauan asal Madura itu awalnya bertahan di rumah tersebut. Sebab, mereka mengaku betah di lokasi tersebut. Tetapi melihat keadaan yang tidak memungkinan, keluarga yang baru setahun di Kebumen itu harus pindah mencari tempat tinggal yang baru.
"Kami nanti malam pindahan tapi masih di Kelurahan Panjer," ujar ibu dua anak yang mengaku betah tinggal di Kebumen itu.

Sebelumnya, sebuah rumah milik Supriyadi (50) alias Pawit yang berada di depan rumah Mundiri hilang terbawa longsoran, Rabu (8/2) sekitar pukul 11.30. Pawit bersama istri dan dua anaknya mengungsi di rumah famili yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Selain menghilangkan rumah Pawit, Mushala Al Hikmah yang berada disebelah rumah Pawit juga terancam longsor. Karena kondisi bangunan persis di atas tebing, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, warga mengosongkan mushala tersebut.

Dikejar Erosi

Bahkan warga akhirnya memongkar mushola yang dibangun tahun 1980.
Dibantu personel TNI dari Koramil 01 Kebumen, warga mulai menurunkan atap mushala yang berdiri di atas tanah wakaf Mbah Yatin. Rencananya mushala seluas 7x12 meter itu akan dibongkar dan hanya disisakan bagian serambi saja.

Selama ini, mushola yang berkapasitas 100 jamaah itu dimanfaatkan untuk beribadah umat Islam di RT 01 yang memiliki 80 kepala keluarga. Karena mushola sudah tidak bisa dipakai, sebagian warga pun berjamaah di mushala lain. Sayang, mushala terdekat tidak begitu luas. Warga berharap pemerintah dapat merelokasi mushola ke tempat yang lebih layak.

Bagi Mundiri, tanah longsor tersebut bukan pertama kali saja. Sebab, Januari 2010 lalu tanah longsor juga membawa setengah rumahnya. Sekarang ini, tanah longsor sudah mulai mendekati rumahnya yang saat ini hanya berjarak sekitar 2 meter dari tebing sungai.
"Sebelum pada 1963, rumah saya di tengah sungai itu. Setelah digeser di tempat ini pun masih dikejar erosi," ujar pensiunan PNS itu. (J19-84) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER