SALATIGA - PSISa mengharapkan bantuan dana Pemkot Salatiga untuk melanjutkan mengikuti kompetisi Divisi II PSSI. Bila persoalan pendanaan tidak ada jalan solusinya, dapat saja tim asuhan Ahmad Gunarto itu berhenti mengikuti kompetisi. Dalam empat kali laga di putaran pertama Grup X Divisi II, PSISa menempati peringkat dua hasil dua kali kemenangan, sekali seri dan sekali kalah. ”Kalau tidak ada dana, apa boleh buat kami tidak bisa melanjutkan kompetisi,” ujar Direktur Teknik PSISa Mochamad Chariri, baru-baru ini.
Dituturkan, modal Rp 40 juta yang diberikan PSSI kini telah habis. Sementara sisa dana bantuan operasional dari otoritas sepak bola nasional tersebut, yakni sebesar Rp 35 juta belum diterima. Saat bertandang melawan Protaba Bantul pekan lalu, pengurus PSISa menghadap Wali Kota Yuliyanto untuk meminjam dana sebesar Rp 10 juta.
Januari lalu, terkait persoalan pendanaan PSISa, pihaknya telah bertemu dengan Pemkot yang diwakili bagian kesra. Pada pertemuan itu, Pemkot menyatakan tidak berani mengeluarkan dana APBD untuk pendaaan PSISa. Padahal PSISa berkompetisi di liga amatir Divisi II, yang tetap diperbolehkan mendapat suntikan dana APBD. ”Mereka menganggap semuanya profesional sehingga tidak berani mengeluarkan dana,” tandasnya.
Menurut Chariri, dia selaku pribadi telah mengeluarkan dana sekitar Rp140 juta dari pinjaman sejumlah pihak. Dana sebesar itu digunakan untuk berbagai keperluan seperti akomodasi latih tanding sekitar 40 kali, pembelian bola, sepatu, kostum, minuman, dan transportasi pemain. Hingga saat sekarang, sewa lapangan di Stadion Kridanggo juga belum dibayar.
”Saya sampai menggadaikan mobil sebesar Rp 15 juta dan belum lunas hingga sekarang. Semua pengeluaran ada laporannya dan bisa dilihat,” lanjutnya. (J21,H32-89) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad