DENGAN penuh penghayatan, Nella Evina menyanyikan repertoar klasik O Del Moi Dolce Ardor karya komposer kondang abad ke-18 Christoph Willibald Gluck. Repertoar syahdu yang dalam bahasa Indonesia berarti Wahai cinta lembutku tersebut mengungkapkan kisah percintaan terlarang antara Paris dan Helen.
Dalam legenda Yunani, Paris merupakan bungsu Raja Troya, sedangkan Helen adalah istri Menelaus, adik Raja Yunani, Agamemnon. Percintaan ”haram” itu kemudian memicu perang akbar yang berlangsung selama 10 tahun.
”Saya malah baru tahu ceritanya sebelum memilih lagu itu,” cerita Nella tentang lagu yang dibawakannya dalam Konser Rumah XXI Era Klasik, Fakultas Seni Pertunjukkan UKSW, Rabu (9/2) malam.
Dituturkan, O Del Moi Dolce Ardor dipilih karena dirinya menyukai lagu-lagu lembut nan melow. Untuk menyanyikan lagu galau tersebut , dirinya berlatih serius selama dua bulan.
Suka Dangdut
Meskipun Nella sering membawakan lagu klasik, sembari tertawa dirinya mengungkapkan, sebenarnya juga menyukai dangdut. Bahkan dia telah mempunyai beberapa album dangdut dalam bahasa Ahe, bahasa daerah Dayak Kanayatan, Kabupaten Nabang, Kalimantan Barat, tempat dia berasal.
”Kebetulan papa mempunyai studio rekaman bernama Kakondan yang di sana cukup terkenal. Karena itu saya kini telah mempunyai 8-9 album yang lagu-lagunya dibuat abang. Bukan hanya dangdut, ada juga disco dan lagu rohani. Kalau malam ini nyanyi klasik, jauh ya....,” ungkapnya seolah meminta pembenaran.
Selain terus bernyanyi, bila lulus kuliah nanti, Nella mengaku ingin mengajari vokal anak-anak sekolah dasar. Oke deh Nella, teruslah mendendang O del moi dolce ardor. (Wahyu Wijayanto-89)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad