
JAKARTA - PSSI menjajaki pengakuan Indonesia Super League (ISL) sebagai kompetisi resmi yang bernaung di bawah induk sepak bola nasional.
Itu dilakukan sebagai upaya rekonsiliasi yang akan ditawarkan pada Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).
Keputusan ini mengemuka setelah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menemui Menpora Andi Mallarangeng di kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, kemarin.
Menurut Andi, pemerintah tak berharap prestasi sepak bola Indonesia jeblok gara-gara konflik antarpengurus. Karena itu, pihaknya meminta PSSI segera merangkul kubu yang dinilai berseberangan.
”Kami ingin ada rekonsiliasi dan suasana kondusif supaya sepak bola kita lebih maju,” kata Menpora.
Dia menambahkan, alangkah baiknya kompetisi ISL yang digulirkan PT Liga Indonesia (PT LI) bisa diakui sebagai kompetisi resmi. Sebab, banyak pemain bertalenta yang berlaga di klub-klub ISL dan pada akhirnya tak boleh bergabung di timnas.
”Dalam pembentukan timnas, tidak boleh ada diskriminasi. Siapa pun itu, asal pemain terbaik berhak dipanggil anggota timnas,” ujarnya.
Karena itu, Kemenpora selaku wakil pemerintah menawarkan usul agar ISL secepat mungkin disahkan menjadi kompetisi legal. Dengan demikian, para pemain bisa bergabung di skuad Merah Putih.
Pada kesempatan itu, selain Djohar Arifin, pengurus PSSI yang hadir di antaranya Sekjen Tri Goestoro, Deputi Sekjen Saleh Ismail Mukadar, Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus, Koordinator Timnas Bob Hippy dan juru bicara PSSI Eddi Elison.
Djohar menyatakan, PSSI menargetkan rekonsiliasi segera terwujud sebelum timnas senior bertanding melawan Bahrain di Pra-Piala Dunia (PPD), 29 Februari mendatang. Dengan demikian, para pemain yang berlaga di ISL sudah bisa memperkuat timnas.(K4,wgm-22)