
AMMAN -Pasukan Suriah makin brutal. Mereka kembali menggempur permukiman di Kota Homs dan menewaskan paling tidak 50 orang, kemarin, saat negara-negara dunia berjuang mencari cara untuk mengakhiri kerusuhan.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam kebrutalan serangan pemerintah di Homs, pusat revolusi terhadap Presiden Bashar al-Assad yang meletus hampir setahun lalu dan makin hari makin berdarah.
‘’Saya khawatir kebrutalan mengerikan yang kita saksikan di permukiman sipil di Homs merupakan pertanda sesuatu yang buruk bakal terjadi,’’ jelas Ban Ki-moon kepada wartawan usai brifing Dewan Keamanan.
Di permukiman yang dikuasai kubu oposisi tersebut, pasukan Suriah menembakkan senjata berat, termasuk mortir dan roket.
Komisi Koordinasi Revolusi Suriah mengatakan paling tidak 50 warga sipil di Homs tewas dalam bombardirmen kemarin pagi di permukiman yang kebanyakan dihuni Muslim Suni itu.
Jalan utama di Baba Amro dipenuhi puing-puing dan paling tidak sebuah rumah hancur, demikian menurut tayangan YouTube yang disiarkan para aktivis dari distrik, tempat tentara menggunakan meriam air antipesawat untuk menghancurkan bangunan itu.
Organisasi HAM Suriah (Sawasiah) mengatakan dalam pernyataannya bahwa serangan pekan ini di Homs menewaskan paling tidak 300 warga dan melukai 1.000 lainnya, belum termasuk korban serangan kemarin.
Pemberian Bantuan
Para aktivis menyatakan permukiman di Homs masih belum mendapat aliran listrik dan air, sedangkan suplai dasar mulai menipis. Belum ada komentar dari otoritas Suriah, yang membatasi akses ke negara itu dan tidak mungkin memverifikasi laporan para aktivis lokal itu.
Keprihatinan meningkat tentang nasib warga sipil dan Amerika Serikat menyatakan tengah mempertimbangkan cara mengirim makanan dan obat-obatan untuk mereka.
Liga Arab dan PBB akan melanjutkan misi pemantauan di Suriah, setelah ditunda pada 28 Januari lalu menyusul meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Assad di kota-kota para demonstran. (rtr,afp-niek-31)
(/)