
JEPARA - Polres Jepara menyebarkan foto mayat laki-laki korban pembunuhan—yang ditemukan di Desa Tanjung, Pakis Aji, Selasa (7/2) petang lalu.
Penyebaran foto korban di tempat umum diharapkan dapat diketahui oleh keluarga atau orang-orang yang mengenalnya. ‘’Hingga dua hari semenjak mayatnya ditemukan, belum ada keluarga yang menghubungi Polres.
Kami berharap, dengan disebarkannya wajah korban, dengan cepat akan diketahui identitas,’’ ujar Kapolres Jepara AKBP Bakharudin Muhamad Syah melalui Kasubag Humas AKP Budi Wiyono Kamis (9/2).
Seperti diberitakan kemarin (SM,9/2), dua warga yang sedang pencari rebung, Ny Sarpiah (50) dan Sumadi (65) menemukan mayat laki-laki tanpa identitas dalam keadaan telanjang bulat dekat jembatan kampung Serut RT27 /RW 04 Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Selasa (7/2) petang. Setelah dievakuasi ke RSUD RA Kartini, menjelang tengah malam dilakukan autopsi oleh Tim Forensik Polda Jateng —yang dipimpin Kompol dr Sumi Hastry SpF DFM.
Budi menjelaskan, foto wajah korban, selain di sekitar tempat penemuan mayatnya, juga disebarkan di sejumlah tempat umum—termasuk terminal.
Benturan
Sesuai hasil pemeriksaan mayat, ditemukan luka benturan benda keras pada kepala bagian belakang. Selain tulang tengkorak retak, benturan itu menyebabkan luka/kerusakan otak—yang diperkirakan menjadi penyebab kematian. Polres Jepara masih menunggu hasil autopsi dari Tim Forensik Polda.
Kasat Reskrim Jepara AKP Hendri Yulianto beserta anggota telah melakukan penyelidikan di tempat penemuan mayat. Diperoleh kesimpulan awal, korban dibunuh ditempat lain. Sebab, di lokasi penemuan tidak ditemukan ceceran darah korban.
Kaurbin Ops Satreskrim Iptu Rismanto menambahkan, korban mempunyai ciri khusus bagian atas kepala ada tanda bawaan sejak lahir dekok (bahasa Jawa-red). (kar-23)
(/)