KUDUS- Organisasi buruh dunia atau International Labour Organization (ILO) mengunjungi produsen jenang Kudus, Mubarokfood, Kamis (9/2). Kunjungan tersebut untuk memastikan program sustaining competitive and responsible enterprises (Score) berjalan.
Program Score bertujuan untuk kesinambungan daya saing dan tanggung jawab perusahaan kepada pekerja. Mubarokfood menjadi satu-satunya usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Tengah yang mendapat pendampingan dari organisasi buruh yang berada di bawah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) ini.
"Kami mengikuti program Score dari ILO sejak 2011 setelah diseleksi dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng," ujar Direktur Utama Mubarokfood, Muhammad Hilmy.
Pendampingan dari ILO tersebut memang menyasar UKM dengan jumlah pekerja 30-200 orang. ILO memberikan pendampingan dengan menerapkan Score di Mubarok dengan Modul 1 tentang kerja sama di tempat kerja atau manajemen perubahan.
Menurut Hilmy, penerapan Modul 1 tersebut telah sukses dijalankan. "Dengan hadirnya perwakilan dari ILO ini menunjukkan apreasiasi terhadap program yang telah dijalankan," katanya.
Perwakilan ILO yang bermarkas di Genewa Swiss Michael Elkin, Chief Technical Advisor Proyek Score dan Januar Rustandie, National Project Manager Score dari ILO Jakarta datang langsung ke kantor Mubarok yang berada di Jalan Sunan Muria itu.
Pejabat BP2TK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng juga ikut hadir. "Mereka ingin memastikan apakah Score Modul 1 dijalankan dengan benar dan mereka puas karena kami mengimplementasikannya lebih dari yang diharapkan," ujarnya.
Efisiensi
Menurut Komisaris Mubarokfood, Muhamad Mufid, implementasi dari Modul 1 terdapat pada efisiensi kerja. Ia mencontohkan adanya efisiensi lembur karyawan sebesar dua jam, karena menganti atap seng di ruang pemasakan jenang dengan bahan fiber. "Ternyata atap dari fiber dapat mengeringkan kayu yang ada di dalam ruang dengan matahari yang masuk ke dapur, jadi tidak perlu mengeringkan kayu lagi dan menggunakan tempurung kelapa untuk memantik api," katanya.
Dalam catatan perusahaan efisiensi kerja yang dilakukan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Khususnya masa lembur menjelang Idul Fitri tahun ini lebih sedikit padahal target produksinya lebih banyak dari tahun sebelumnya. "Kami akan melangkah ke Modul 2 setelah kunjungan ini. Target kami bisa sampai Modul 5," kata Hilmy.
Modul 2 yang akan dilalui menekankan kualitas, Modul 3 menekankan produktifitas dan produksi bersih, Modul 4 menekankan sumber daya manusia, dan Modul 5 menekankan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Perwakilan dari ILO tersebut juga akan mengunjungi provinsi lain di Indonesia yang didampingi. Menurut Hilmy, perusahaannya juga akan dijadikan tempat kunjungan UKM yang menjadi dampingan di Indonesia sebagai salah satu bentuk percontohan bagi UKM yang lain. (H74-77) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad