CAPE buffalo adalah salah satu binatang terbesar di daratan Afrika. Mereka adalah kawanan yang besar, kadang-kadang sampai ratusan, yang sangat terorganisasi, terutama waktu berjaga-jaga terhadap musuh.
Ukuran tingginya 6 kaki (2,10 m) panjang 11 kaki (4,20 m) dan berat untuk betinanya 1000 pon (500 kg) sedangkan jantan 1500 pon (750 kg). Perkembangbiakan kematangan seksualnya di umur 2 tahun. Perkawinan terjadi setelah umur 4-6 tahun. Musim kawin terjadi bermacam-macam di masing-masing daerah, namun puncaknya di musim hujan. Masa hamil selama 340 hari, masa sapih umur 6 bulan dan jumlah anaknya satu.
Cara hidup, hewan ini memiliki kebiasaan membentuk kawanan sampai 1.000 ekor, juga membentuk sekawanan kecil yang belum kawin. Beberapa jantan tua adalah penyendiri. Makanannya rumput dan daun-daunan. Usia hidupnya sekitar 16 tahun.
Spesies yang bertalian saudara adalah banteng hutan. yakni salah satu sub spesies banteng Cape, syncerus caffer.
Penyebarannya kebanyakan di selatan Afrika, yakni di daerah Gurun Sahara. Sedangkan banteng hutan terdapat di hutan daratan rendah Afrika tengah, dan banteng Cape hidup di daerah savana.
Hewan ini banyak diburu sebagai makanan dan sarana olahraga, akibatnya telah menurunkan jumlah populasinya. Mereka juga dibunuh oleh para petani karena dianggap sebagai binatang yang menyebarkan penyakit dan menghancurkan tanaman.
Tempat Berlindung
Banteng Cape membiarkan oxpecker, sejenis kutu, memakan parasit yang ada di punggungnya. Banteng jantan bentuk badannya lebih besar daripada banteng hutan.
Badannya juga kehitam-hitaman dengan tanduk yang berat dan melengkung ke luar, mengarah ke bawah, sebelum akhirnya melengkung lagi ke atas.
Telinganya yang besar tertutup oleh tanduknya. Sekawanan besar banteng ini terdiri dari banteng dewasa betina dan anak-anaknya yang berusia di bawah 2 tahun.
Anak-anak betina berada di samping ibunya, sementara yang jantan berada membaur di kawanan mereka. Jantan yang berusia 4-6 tahun membentuk kelompok yang lebih kecil, terpisah dari jantan yang dewasa.
Banteng Cape memiliki reputasi yang menakutkan bagi musuh-musuhnya. Dengan tubuh yang besar dan kuat, tanduk yang melengkung, mereka melakukan perkelahian tertentu ketika menyerang. Banteng yang terluka akan menunggu kesempatan untuk menyerang.
Banteng Cape menjelajahi padang-padang rumput dan daratan hutan yang terbuka di bagian Sahara Afrika. Mereka tinggal di tempat-tempat dengan tempat berlindung yang baik dan dekat dengan sumber air.
Kawanan itu bervariasi dalam hal besarnya, mulai dari yang kecil yang jumlahnyab kurang dari 10 ekor sampai yang besar lebih dari 1.000 ekor. Kawanan yang terbesar terutama terdiri dari betina dan anak-anak dapat ditemukan di dataran terbuka.
Konflik antar jantan bisa terjadi selama musim kawin. Lebih-lebih pada saat menunjukkan sikap agresif saat perkelahian yang sesungguhnya, yang bisa mengakibatkan kematian pada keduanya.
Perkawanan pada jantan tergantung pada usia mereka. Jantan yang telah berusia 3 tahun meninggalkan ibu mereka dan membentuk kelompok kecil yang terdiri dari pejantan muda di dalam maupun di luar kawanan tersebut. Betina menyuruh para pejantan untuk menyingkir untuk menjaga mereka di tempat-tempat terbuka.
Banyak Air
Banteng Cape terutama makan rumput, namun ia juga makan daun-daun di semak-semak. Mereka makan di sore hari dan mengunyahnya di malam hari. Mereka berlindung di bawah bayang-bayang selama panas di siang hari. Pada musim kering, banteng ini pindah ke hutan-hutan atau lembah-lembah yang lebih basah di daerah yang lebih rendah.
Tanpa persediaan tumbuh-tumbuhan yang baik, mereka akan cepat kehilangan berat badan. Banteng Cape membutuhkan banyak air. Mereka minum di pagi dan sore hari. Pejantan yang tua dan penyendiri, menghabiskan waktunya berendam di air yang dingin. Binatang yang besar dan kuat ini takut pada sedikit musuh. Hyena dan Leopard membunuh anak-anak banteng yang baru bisa berdiri. Singa dan buaya yang besar memangsa banteng yang menyendiri, biasanya jantan yang lebih tua.
Namun biasanya banteng Cape menyerang balik. Singa yang seorang diri biasanya gagal menangkap mereka dan banteng-banteng itu bisa melemparkan mereka dengan tanduknya.
Meskipun tubuhnya besar, banteng Cape dapat berlari dengan kecepatan hampir 37 mil (55,5 km)/ jam.
Banteng ini juga memiliki kulit yang tebal yang bisa melindunginya. Jika harus, lari, ia akan lari melalui semak berduri yang tebal, yang tidak bisa dilalui binatang lain.
(P Noor Mulia, Wild Life Fact Magazine-12) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad