panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
10 Februari 2012
Praktik Bina Wicara Siswa SLB
”Pembeli” Terharu saat Berkomunikasi

”Anak-anak kami yang tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, tuna ganda, autis, dan anak berkebutuhan khusus lainnya bukan produk Tuhan yang gagal. Karena Tuhan tidak pernah gagal, anak-anak kami tidak perlu dikasihani namun perlu diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dalam rangka pembinaan wicara dan karakter,” kata Ciptono, Kepala SLB Negeri Semarang.

RASA penasaran bercampur haru terlihat dari raut wajah siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 9 Semarang, ketika mendengar kalimat pembuka yang keluar dari Ciptono, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang. Dengan mengajak Siti Nur Latifah (kelas XI), Yedi Munandra (kelas XI), Ali Anas Rosul (kelas XII) dan lima siswa lain dari SLB Negeri Semarang, dia kemudian mempersilakan mereka untuk memperkenalkan diri.

Ucapan yang keluar dari mulut mungil Ifa, panggilan akrab Siti Nur Latifah tidak bisa ditangkap sempurna oleh Aldila Kurnia Putri (13). Dengan bantuan penjelasan yang dilakukan Ciptono, anak-anak pun segera menangkap maksud yang dikemukakan Ifa.

”Kami memang terbatas. Namun dengan keterbatasan yang ada, kami terus berbenah dengan giat belajar,” ujar Ciptono, disambut tepuk tangan seisi ruang kelas yang berada di lantai dua tersebut.

Bagi siswa yang masuk dalam kategori berkebutuhan khusus tersebut, tak mudah untuk menerangkan sesuatu kepada orang yang belum dikenal. Untuk itu dibutuhkan praktik bina wicara bagi anak-anak tuna rungu.

Dari praktik tersebut siswa secara langsung mendapatkan pembinaan karakter dari bersosialisasi dengan orang di lingkungan sekitarnya. ”Siswa kami telah terlatih membuat aneka bros flanel, dan gantungan kunci clay yang terbuat dari bahan lilin atau tanah liat. Setelah ada bahan, mereka bisa menawarkannya kepada siswa dengan bahasa yang dikuasainya,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, Bunga Tiara (13) siswa lainnya terlihat mengulurkan tangan kepada Ifa dan kawan-kawan yang berada di depan kelas untuk mengajak kenalan satu per satu. Dia mengaku sangat tersentuh hatinya ketika melihat Ifa yang murah senyum. ”Sungguh luar biasa apa yang telah dilakukan kawan-kawan dari SLB Negeri Semarang, mereka terlihat semangat dan penuh senyum meski dalam keadaan yang terbatas. Terus terang itu yang membuat kami tergugah untuk giat belajar,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP 9 Setiyono Budi yang mendampingi masuk ke kelas menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan SLB Negeri Semarang yang menyempatkan datang ke sekolah.

Menurutnya, kedatangan tersebut secara tidak langsung akan memberikan motivasi pada anak-anak untuk selalu bersyukur dan semakin rajin belajar. ”Ini menunjukkan bahwa anak SLB mampu berbuat banyak, dengan begitu kami dan semuanya harus mendorong mereka dengan semangat,” tandasnya. (Ranin Agung-39)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER