
GROBOGAN- Harga sapi potong di tingkat peternak Kabupaten Grobogan mulai membaik. Dalam satu bulan terakhir ini, sapi lokal putih berbobot sekitar 90 kg mencapai Rp 6,5 juta dari harga bulan lalu Rp 5 - Rp 5,5 juta. Begitu juga sapi unggul jenis Simental yang harga jualnya mencapai Rp 8,5 juta - 10 juta, atau naik sekitar Rp 1,5 - Rp 2 juta dari harga bulan sebelumnya.
‘’Yang jelas kenaikan harga tersebut dipengaruhi permintaan yang meningkat. Permintaan tersebut tidak hanya datang dari lokal Kabupaten Grobogan, namun juga dari luar daerah seperti Jakarta, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung dan, Cirebon. Selain itu mulai berkurangnya sapi impor juga berpengaruh. Untuk bibit naiknya sekitar Rp 1 juta, kalau siap potong 1,5 - Rp 2 juta,’’ kata Warno (46) seorang pedagang sapi asal Kecamatan Gabus, Kamis (9/2).
Selain faktor permintaan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi kondisi sapi itu sendiri yang cukup baik. Pakan seperti rumput atau limbah pertanian pada musim hujan kali ini tergolong cukup mudah didapat. Selain itu, faktor pendapatan dari pertanian yang menjanjikan di panen awal tahun ini turut mengangkat harga sapi.
Nomor Dua
Sekretaris sekaligus Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan drh Riyanto mengatakan, sata ini populasi sapi potong di Grobogan berdasarkan hasil pendataan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) mencapai 197.430 ekor dengan jumlah pemelihara sebanyak 105.380 orang. Dengan jumlah sapi sebanyak ini menjadikan populasi sapi di Grobogan nomor dua terbanyak setelah Kabupaten Blora (250 ribu ekor).
‘’Sebelum pendataan oleh BPS, populasi sapi di sini hanya 105 ribu. Keterpautan angka ini saya kira lebih disebabkan data yang lalu kurang akurat. Namun beberapa waktu lalu BPS melakukan pendataan door to door, sehingga angka saat ini lebih valid. Setelah Grobogan ada Wonogiri,’’ tutur drh Riyanto didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) drh Nur Ahmad Wardiyanto.
Diakui Riyanto, kualitas dan jenis sapi potong di Grobogan memang dikenal cukup bagus, sehingga banyak daerah di Jawa maupun Sumatera melalui pemerintah dan pedagang setempat minta suplai sapi dari Grobogan. Sapi yang disuplai keluar daerah tersebut sebagian besar dikirim melalui Pasar Wirosari setiap hari pasaran (Jawa) Kliwon dan Pasar Danyang setiap pasaran Wage. (K11-14)
(/)