
SEMARANG- Industri kreatif diprediksi bakal tumbuh pesat seiring dengan makin banyaknya perusahaan maupun instansi pemerintahan yang membutuhkan publikasi dalam bentuk event maupun seremoni lainnya. Peran event organizer (EO) sebagai penyedia jasa sangat dibutuhkan sebagai akselerator tumbuhnya ekonomi kreatif.
Ketua Umum Association of Event Organizer Company (AEOC) Jateng, Shafigh Pahlevi Lontoh menuturkan, ke depannya peluang industri kreatif makin terbuka lebar. EO merupakan bentuk industri kreatif karena hal utama yang perlu dibangun dari bisnis ini adalah kreativitas. Peluang bisnis EO masih terbuka lebar ditandai banyaknya kegiatan Meeting, Insentive, Convention dan Exhibition (MICE) yang kerap digelar.
”Jasa yang kami jual adalah sebuah konsep. Bagaimana mengemas konsep itu agar menarik tentunya dibutuhkan kreativitas tinggi,” ungkap Shafigh usai kegiatan pelantikan pengurus AEOC Jateng periode tahun 2011-2013 di Hotel Dafam Semarang, Kamis (9/2).
Pada kegiatan tersebut, Asisten III Setda Jateng Edy Soesanto melantik pengurus AEOC . Turut hadir di antaranya, Ketua Dewan Pembina, Bambang Mintosih, Dewan Penasihat , Ikade Winaya, Ketua APPBI Jateng, Handoyo K Setyadi.
Bisa Diandalkan
Dia bersama pengurus AEOC lainnya meyakini, EO bisa diandalkan untuk ikut serta menyukseskan promosi kepariwisataan Jateng. Diharapkan asosiasi ini dapat meningkatkan peran khususnya dalam pelaksanaan program promosi pemerintah daerah. Salah satunya program Jateng Visit Year pada tahun 2013 mendatang. Rencananya, berupaya merapatkan barisan dengan membuat suatu event di sejumlah destinasi wisata. Organisasi tersebut juga menyiapkan rangkaian launching di antaranya berupa kegiatan seminar menyongsong Visit Jateng Year 2013, pencatatan rekor Muri pembuatan lumpia makanan oleh-oleh khas Semarang terpanjang sepanjang 465 meter. Acara ini sekaligus dalam rangka menyongsong hari jadi kota Semarang yang akan dilaksanakan di Jalan Pemuda masuk rangkaian agenda Car Free Day.
”Untuk menyukseskan rangkaian kegiatan itu, kami menjalin kemitraan dengan berbagai pihak baik itu instansi pemerintah dan stakeholder,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina, Bambang Mintosih menyatakan, pemerintah dan swasta harus terpadu. Perlu adanya sinergi antara organisasi EO dengan pemerintah. EO lokal harus dilibatkan dalam kegiatan promosi pariwisata yang digelar oleh pemerintah daerah. ”Buatlah konsep acara yang unik. Sehingga, mendorong wisatawan mancanegara maupun wisatawan dari luar daerah tertarik berkunjung ke propinsi Jateng,” terangnya. (K14-72)
(/)