panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Hukum
09 Februari 2012
Afriyani Patungan Beli Ekstasi di Diskotek
  • Rekonstruksi di Kafe Upstair
JAKARTA- Afriyani Susanti (29), tersangka kasus kecelakan maut di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat menjalani rekonstruksi lagi.

Dia bersama teman-temannya memperagakan saat pesta narkoba dan minuman keras.

Kali ini rekonstruksi digelar di Kafe Upstair, Cikini, Jakarta Pusat dan Diskotek Stadium, Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan, rekonstruksi tersebut dimulai pukul 08.00.

''Tadi pagi Afriyani dan ketiga temannya (Adistria Putri Grani, Deny Mulyana, dan Arisendi) menjalani rekonstruksi,'' ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/2).

Dia mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut diperankan langsung oleh Afriyani dan tiga temannya, yakni membeli minuman keras dan ekstasi serta beberapa adegan lainnya.

''Diperagakan di mana saja mereka berada hingga akhirnya berpatungan untuk membeli dua butir ekstasi, bagaimana mereka datang, siapa yang turun mobil duluan dan siapa yang belakangan, lalu bagaimana mereka membeli tiket hingga menukar dengan minuman dan lain sebagainnya,'' ujarnya.

Rikwanto menjelaskan, Afriyani dan tiga temannya patungan membeli dua butir ekstasi kepada orang yang datang menawarkan di dalam Diskotek Stadium.

Harga ekstasi itu per butir Rp 300 ribu. Afriyani memberi uang Rp 300 ribu, Arisendi dan Deny masing-masing memberi Rp 150 ribu.

Setengah Butir

Menurut dia, Afriyani menelan setengah butir ekstasi dan setengahnya kepada Adistria. Satu butir lainnya dikonsumsi oleh Deny dan Arisendi.

Rikwanto mengungkapkan, pihaknya belum melakukan rekonstruksi di Hotel Borobudur. Sebab, di hotel itu Afriyani hanya datang untuk menghadiri pernikahan kerabatnya.

Dia mengatakan, dalam pemeriksaan, Afriyani mengaku sempat ke kafe di Kemang untuk bertemu dengan temannya, tetapi saat pendalaman tidak ada, sehingga pihaknya tidak melakukan rekonstruksi di tempat tersebut.

''Kenapa tidak urut rekonstruksinya kan itu teknis, nanti potongan-potongan kronologisnya akan diurut sendiri,'' jelas Rikwanto.

Seperti diberitakan, Afriyani menabrak 12 orang pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Timur, Minggu (22/1). Dalam kecelakaan itu, sembilan orang tewas dan tiga korban luka-luka.

 Saat kecelakan Afriyani mengemudikan mobil Xenia di bawah pengaruh narkoba. (K24-25)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER