JAKARTA - Badan Karantina Ikan,Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memusnahkan 2.800 karton atau setara 28 ton ikan impor asal China.
Jenis ikan impor asal China itu makarel (Restrelliger kanagurta) beku. Ikan-ikan yang diimpor oleh PT Hong 777 dari China pada Maret 2011 itu dimusnahkan melalui pembakaran dengan incenerator PT Jasa Medivest-Karawang, Jabar.
Syamsul Maarif, Kepala Badan Karantina menyebutkan puluhan ton makarel beku tersebut dimusnahkan lantaran tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 15/2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang masuk Indonesia.
”Persyaratan yang tidak dipenuhi adalah tidak ada izin atau rekomendasi. Pemusnahan ikan impor tidak berizin sebagai kontrol dan pengawasan ketat terhadap impor ikan. Langkah itu juga bagian dari perlindungan terhadap produksi nelayan dan konsumen di dalam negeri," tutur Syamsul, kemarin.
Tahun ini hingga Februari, pihaknya telah menolak ikan impor sebanyak 353,20 ton. Ikan-ikan impor tersebut terdiri atas berbagai jenis, yakni teri segar, kembung beku, cumi beku, makarel, sardines, dan octopus. Penolakan terhadap berbagai jenis ikan impor tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya, tidak memenuhi persyaratan perizinan, terkontaminasi penyakit, dan tercemar bahan berbahaya misalnya formalin.
Penolakan ikan impor yang tidak sesuai perizinan dilakukan di beberapa Stasiun Karantina Ikan (SKI), antara lain SKI Kelas II Entikong, SKI Kelas I Lampung, SKI Kelas I Belawan Medan II, dan Balai Karantina Ikan (BKI) Kelas I Tanjung Perak, Surabaya.(wa,dtc-29)
Toyota Tingkatkan Produksi
JAKARTA - Indonesia digadang-gadang menjadi basis produksi mobil Toyota di ASEAN, juga uga untuk dipasarkan ke Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Toyota berencana meningkatkan produksi mobilnya di Indonesia dari 102.000 unit menjadi 230.000 unit pada 2014.
”Tahun depan, kami meningkatkan ekspansi supaya Indonesia kokoh untuk produk-produk ke Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Kami mendorong Indonesia sebagai basis produksi,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat bertemu Vice President Toyota Motor Corporation Yukitoshi Funo di Jakarta, kemarin.
Melalui ekspansi tersebut, kapasitas produksi Toyota di Karawang II akan bertambah 50.000 unit menjadi 120 ribu unit per tahun pada 2014. Dengan demikian keseluruhan total produksi di Indonesia, yakni pabrik Karawang I dan II akan mencapai 230.000 unit per tahun.
Total investasi untuk penambahan kapasitas produksi di Karawang II mencapai 41,3 miliar yen atau setara Rp 4,8 triliun. Toyota juga memastikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.500 orang.(wa,dtc-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad