panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
09 Februari 2012
Petani Bisa Bermitra dengan BUMN Pangan
SEMARANG - Petani diharapkan bermitra dengan badan usaha milik negara (BUMN) pangan, misalnya Bulog atau Pertani, untuk mengatasi berbagai persoalan di antaranya puso dan serangan hama.

”Sejauh ini sudah ribuan hektare lahan pertanian terindentifikasi mengalami puso akibat banjir pada Desember hingga Januari lalu,” tutur anggota Komisi B DPRD Jateng, Hadi Santoso, kemarin.

Kemitraan itu, lanjut dia, bisa dalam bentuk meminjamkan dulu kebutuhan subproduksi berupa  pupuk, benih, obat, serta dana penggarapan lahan sekitar Rp 2,5 juta per hektare.

Pemberian pinjaman tersebut, kata dia, berkonsekuensi petani menjual hasil panennya kepada pemberi peminjam dengan harga yang sudah ditentukan mengikuti pasar.

”Model seperti itu sudah dipakai Pertani, sebab menunggu dana talangan dari pusat realisasinya lama, bisa dua sampai tiga bulan. Kasihan para petani jika harus menunggu terlalu lama,” jelas Hadi.

Benih

Instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian, menurut dia, mesti memastikan ketersediaan cadangan benih mengingat banjir diperkirakan masih berlangsung akibat curah hujan tinggi pada Februari.

Antisipasi lainnya, ujar dia, termasuk serangan hama yang membuat gagal panen. Di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang sekitar 643 hektare sawah diserbu tikus.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Jateng Aris Budiono menjelaskan hasil identifikasi terakhir lahan puso mencapai 3.000 hektare.

Puso terjadi di Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, dan Demak akibat banjir. Pati terparah karena daerah itu tergenang luapan Kali Juwana.

Kini, pihaknya dalam proses pengajuan bantuan benih ke pusat, yakni Departemen Pertanian lewat mekanisme cadangan benih nasional.

Dia menambahkan puso sekarang belum separah periode sebelumnya, namun antisipasi terus dilakukan, apalagi diperkirakan curah hujan tinggi masih berpotensi menyebabkan banjir dan peluasan puso.

”Kita intervensi dengan bantuan benih 25 kg per hektare dari Departemen Pertanian supaya secepatnya bisa disemaikan mengganti yang puso,” papar Aris. (J14,J17-29)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER