JAKARTA - Dana pihak ketiga (DPK) PT Bank BRI Syariah meningkat tajam, yakni sebesar 62% dari posisi 31 Desember 2010 Rp 5,763 triliun menjadi Rp 9,351 triliun pada Desember tahun lalu.
”Pada periode yang sama aset juga naik 61% dari Rp 6,856 triliun menjadi Rp 11,265 triliun,” tutur Direktur Kepatuhan Budi Wisakseno, kemarin.
Pembiayaan per 31 Desember 2011, lanjut dia, mencapai Rp 9,111 triliun atau meningkat 61% dari sebelumnya Rp 5,527 Triliun.
Budi menyatakan angka pembiayaan yang disalurkan tinggi karena BRI Syariah telah menjadi bank ritel modern terkemuka dengan layanan berkualitas dan beragam produk inovatif.
Pembukaan kantor cabang, unit mikro syariah, serta kantor layanan syariah di induknya terus dilakukan di seluruh penjuru nusantara. Akses yang memudahkan bagi nasabah dilakukan lewat pengembangan sistem teknologi informasi mutakhir.
”Kami juga menjaga inklusivitasnya, terbuka bagi semua masyarakat tanpa membedakan latar belakangnya. Semua itu bertujuan agar BRI Syariah diterima dan menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” ujar Budi.
Pihaknya berupaya memberikan layanan terbaik kepada para nasabah. Salah satunya melalui ATM yang memiliki akses ke semua jaringan ATM Bersama, ATM Prima, serta electronic data capture (EDC) Prima atau BCA.
Nasabah bisa menikmati Fasilitas Serba-Mudah (Faedah), antara lain gratis informasi saldo, tarik tunai, serta transfer pada jaringan ATM BRI Syariah, Prima, dan Bersama.
Hingga akhir tahun lalu, BRI Syariah secara nasional telah memiliki delapan kantor cabang induk, 28 kantor cabang, 55 kantor cabang pembantu, serta 12 kantor kas.
”Kami menitikberatkan pada pasar individu dan bisnis wirausaha baik skala kecil maupun menengah,” jelas Budi.
Ia menambahkan BRI Syariah menerima penghargaan top brand kategori sharia banking dari Majalah Marketing. Itu penghargaan kedua setelah tahun lalu. (bn-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad