SEMARANG - Optimisme masyarakat Jateng terhadap situasi perekonomian pada awal 2012 meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng memprediksi nilai indeks tendensi konsumen (ITK) provinsi ini pada kuartal I 2012 naik ke level 108,92 dari posisi 107,4 pada kuartal IV 2011.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jateng Syarifuddin Nawie mengatakan peningkatan indeks itu mencerminkan kondisi ekonomi dari sisi konsumen pada awal 2012 lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Peningkatan indeks terjadi karena pada kuartal I 2012 ada kenaikan pendapatan rumah tangga yang indeksnya diprediksi 112,11 serta rencana pembelian barang-barang tahan lama dengan indeks 102,31.
”Kondisi ekonomi konsumen pada akhir tahun lalu lebih baik dari sebelumnya. Ditandai ITK pada kuartal IV 2011 yang mencapai 107,4, atau lebih baik dari perkiraan sebelumnya hanya 106,69,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan kondisi ekonomi konsumen didorong oleh pengaruh inflasi yang tidak mengubah konsumsi sehari-hari dan peningkatan pendapatan rumah tangga.
BPS Jateng mencatat indeks pendapatan rumah tangga 108,91, pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari 109,3, dan tingkat konsumsi beberapa komoditas makanan 101,26.
Waktu Tepat
”Perubahan harga yang terjadi tidak mengurangi konsumsi makanan sehari-hari, misalnya sayur, daging sapi, tahu, dan tempe. Penurunan hanya terjadi pada konsumsi ikan, telur, susu, dan mi,” tuturnya.
Konsumsi nonmakanan, lanjut dia, indeks tertinggi terjadi pada bahan bakar, disusul listrik, air, dan telepon, serta transportasi. Sebaliknya, kesehatan, rekreasi, koran, dan pakaian mengalami penurunan indeks.
Hasil survei Bank Indonesia (BI) pada Desember 2011 di tiga kota, yakni Semarang, Solo, dan Purwokerto menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) ada di level 129,35, atau naik 5,95 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Survei mencatat keyakinan konsumen makin tinggi pada semua komponen.
”Bahkan masyarakat sudah menganggap saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian barang investasi. Angkanya tercatat 101, berada di atas batas standar 100,” kata Deputi Pemimpin BI Semarang Sutikno.
Peningkatan optimisme konsumen tersebut didasari atas beberapa faktor, yakni makin banyak lapangan kerja tersedia, tumbuh minat berwiraswasta atau menciptakan pekerjaan sendiri, dan proyek pemerintah serta swasta yang mulai meningkat. (J8-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad