panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekspresi Suara Remaja
09 Februari 2012
Tak Sekadar Memberi Tanda
  • Oleh Miftahun Nikmah

Raut wajah Widodo (19) berubah kecut saat membuka dinding Facebook miliknya. Alih-alih membaca komentar jenaka di status terbarunya, perhatian mahasiswa Unissula itu justru tertarik pada tulisan curhat seorang kawan kampusnya yang mau tak mau ia baca. Gimana nggak dibaca?

Di tulisan itu jelas-jelas akun Facebooknya ditandai (di-tag). Kali lain, pemilik zodiak Virgo itu juga pernah ditandai di sebuah foto memalukan milik seorang kawannya yang bertujuan dikomentari beramai-ramai. ”Lebay dan sangat menganggu. Akun Facebookku jadi semrawut,” tuturnya saat itu.

Mendapati akun pribadinya ditandai dalam sebuah kiriman dari teman memang acap ia alami. Terkadang ada kiriman yang bermanfaat seperti informasi acara atau artikel menarik.  Kalau mendapat kiriman tanda yang bermanfaat begitu, ia mengaku senang.

”Bisa menambah pengetahuan dan informasi terbaru. Jadi nggak kuper gitu.”

Namun jika mau dibandingkan, cowok asal Blora itu bilang, ia lebih sering ditandai pada kiriman yang menurutnya kurang bermanfaat. Contohnya ya tanda pada kiriman tulisan curhat kawan atau foto memalukan yang akan dikomentari ramai-ramai tadi. Jadinya, dia merasa kurang nyaman deh. Lantas ia pun menghapus kiriman yang mendainya itu dari dinding Facebooknya.

Beberapa kali sebal dengan kiriman kurang bermanfaat yang menandai profilnya, cowok yang gemar membuat puisi itu pun kerap mengabaikan kiriman yang menandai namanya. Hingga suatu waktu, ia pernah kecolongan saat ditandai dalam sebuah undangan pernikahan teman sekolahnya dulu. Lantaran dianggap cuma undangan main-main, ia pun mengabaikan undangan tersebut. Saat hari H tiba, kawan yang mengirim undangan via Facebook itu marah-marah padanya, sebab Widodo tak datang pada pesta pernikahan.

”Jadi nggak enak sendiri, aku kira undangan main-main. Ternyata supaya praktis, undangan pernikahan temanku itu diunggah di Facebook lalu teman-teman ditandai,” imbuhnya.

***

YUP, tanda atau tag itu memang salah satu fitur di jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg yang paling sering digunakan. Fitur ini memudahkan pengguna Facebook berinteraksi dengan teman. Ada yang memanfaatkannya untuk berbagi informasi, sekadar lucu-lucuan, hingga minta saran.

Yanuar Dwi Chandra (22) misalnya, menggunakan fitur ”tanda” untuk mempublikasikan karya foto hasil jepretannya. Namun, tak sekadar mencari popularitas supaya dicap pamer karya, mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual Udinus Semarang itu mengaku ingin mendapat saran dari fotografer lain.

”Motivasi aku menandai teman-teman di foto yang aku unggah itu supaya aku dapat berbagi pengalaman dan ilmu. Teman yang ditandai bisa memberi saran dan kritik yang bermanfaat agar karyaku lebih baik lagi,” tuturnya.

Selain dapat saran dari para fotografer yang lebih andal dan punya jam terbang tinggi, ia pun bisa mendapat bonus pujian atas kreativitasnya. Pastinya ada kepuasan tersendiri saat karyamu banyak mendulang pujian. Jadi makin termotivasi berkarya yang lebih baik lagi.

Kalau Yanuar termotivasi setelah menandai beberapa teman di karya fotonya, Santi Almufaroh (20) punya cerita beda. Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Semarang itu justru getol membuat kiriman yang menandai teman-temannya. Namun, Santi tak sekadar menandai mereka dalam kiriman lho, sebab kirimannya ini berupa informasi lomba penulisan. Cewek yang juga menjadi Ketua UKM Sastra di kampusnya itu mengaku pengin menyebar informasi lomba penulisan itu ke teman-temannya yang gemar menulis.

”Banyak temanku yang suka menulis tapi sering ketinggalan informasi lomba menulis. Jadi kalau aku ada info lomba menulis, aku tandai mereka dalam kiriman. Minimal mereka jadi tahu ada peluang kompetisi, soal mau ikut atau tidak sih terserah saja.”

Wah, oke banget ya ide Santi menginformasikan peluang lomba ke teman-temannya. Kalau saja semua pengguna Facebook punya prinsip ”menandai” seperti dia, tampaknya garis waktu (timeline) di Facebook nggak akan penuh dengan keluhan mereka yang nggak nyaman ditandai dalam kiriman.

Apapun alasannya, menandai teman dalam kiriman itu kudu ada tujuan jelasnya dong. Utamakan menandai mereka coz ada informasi penting yang mau dibagi. Jangan menandai teman di tulisan atau foto yang malah bikin temanmu itu nggak nyaman. Nggak mau kan tiba-tiba kamu dihapus dari daftar pertemanan? Jadi, berbagilah dengan bijak. Oke? (62)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER