SEMARANG - Lewat penelitian Undip-ITB selama tiga tahun terakhir (2008-2011), terungkap penurunan tanah dalam tiga tahun begitu mengkhawatirkan.
Dosen Fakultas Kelautan Undip Muhammad Hilmi, untuk kawasan pelabuhan penurunan tanah mencapai 31,8 cm. Sementara Jalan Ronggowarsito sampai Stasiun Semarang Gudang, tanah yang ambles mencapai 21,8 cm. PPI Tambaklorok lebih ekstrim, penurunan tanah mencapai 34 cm.
Dalam tiga tahun, laju kecepatan tanah di kawasan itu tinggi 8,4 cm sampai 10,6 cm/tahun. Penurunan tanah itu mempercepat abrasi. Kondisi lingkungan bertambah parah karena tidak ada lahan mangrove yang dapat menstabilkan laut. Bangunan yang menjorok ke laut juga mengakibatkan sedimentasi dan abrasi. Masalah itu ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas,'' ungkap dia.
Rp 40 Milar- Rp 50 Miliar
Penurunan tanah terparah ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Hal itu membuat pihak pengelola harus ekstrakeras mengeluarkan biaya untuk perawatan sekaligus pemeliharaan supaya bangunan tidak terendam rob.
GM PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Rismarture Sidabutar mengungkapkan, biaya pemeliharaan fasilitas yang lebih besar 1,5 kali lipat dari pelabuhan di wilayah lain.
Pelindo membutuhkan Rp 40 milar-50 miliar untuk meninggikan tiga dermaga yang telah dimulai sejak 2010.
”Peninggian dermaga sudah berdasar kajian akademis dan penelitian yang menyebutkan tanah di wilayah pelabuhan tiap tahunnya turun 5-7,5 cm. Peninggian ini sama dengan membangun dermaga baru. Sebab dermaga yang lama sudah tidak bisa difungsikan karena kondisinya yang sudah jauh di bawah permukaan air,” katanya, Rabu (8/2).
Tahap pertama (2010-2011), Pelindo membangun dermaga pelabuhan dalam seluas 3 ribu m2, meninggikan lapangan penumpukan pelabuhan dalam setinggi 2,5 meter seluas 28 ribu m2, meninggikan lapangan penumpukan bekas gudang Nusantara 02 dan 03 seluas 9 ribu m2, dan meninggikan lapangan penumpukan seluas 2,7 hektar. ”Peninggian pelabuhan dalam sudah diprediksi untuk 20 tahun ke depan,” ujarnya.
Tahap dua (2011-2012), pekerjaan yang meliputi peninggian lapangan penumpukan samudera seluas 1,54 hektar, meninggikan dermaga samudera setinggi 2 meter seluas 1,4 hektar, dan membuat sistem polder guna mengatasi banjir rob. Dermaga nusantara adalah tempat bersandarnya kapal pesiar yang membawa turis asing.
Sementara pada tahap tiga (2012-2014), dilakukan peninggian dermaga nusantara bekas PLTU seluas 1,15 hektar dengan biaya Rp 15 miliar, dan lapangan penumpukan pelabuhan dalam dua hektare, penambahan dermaga pelabuhan dalam seluas 1,05 hektare, dan melanjutkan pembangunan sistem polder.
”Pengerjaan polder akan dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama yang dimulai awal 2012, akan dimulai dengan membangun sistem polder yang dilengkapi pompa penyedot air di pos empat pelabuhan yang selalu terendam rob, dan beberapa tempat yang dianggap kritis. Pengerjaan tahap pertama ini ditarget akan selesai pada 2013, dan menghabiskan dana sekitar Rp 40 miliar,” paparnya. (J8,H37,J9-61)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad