panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
09 Februari 2012
Belasan Bayi Dibuang
SEMARANG- Sepanjang 2011-2012 tercatat sudah 13 kasus pembuangan bayi. Tahun 2012 yang baru berjalan 39 hari ini saja sudah empat bayi. Sebagian ditemukan warga dalam kondisi masih hidup dan sebagian lagi dibuang di tempat sampah ketika masih berupa orok atau sudah meninggal.

Terbaru, bayi laki-laki berumur sehari ditemukan warga di Poskamling Jalan Cinde Selatan III RT 07 RW 08, Kelurahan Jomblang, Candisari, Selasa (7/2) pukul 22.00. ”Saya dalam perjalanan pulang naik motor, tiba-tiba mendengar tangis bayi di poskamling. Sempat takut, tapi ternyata bayi betulan,” kata Gencar Mahendra (22) warga Jalan Cinde Selatan.
Mahendra kemudian membawa bayi berbalut selendang batik itu ke rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari poskamling. Tangis bayi yang keras membangunkan seisi rumah.

Sugianti (55), ibu Mahendra, menemukan secarik kertas bertuliskan tanggal lahir bayi malang itu ketika mengganti selendang yang basah. ”Saat selendang diganti, ada kertas yang bertuliskan jika bayi ini lahirnya Selasa Legi 7 Februari pukul 07.00. Berarti kan pagi lahir lalu malamnya ditinggal di poskamling,” kata Sugianti.
Pagi harinya, Rabu (8/2) penemuan bayi dilaporkan ke pihak RT, kelurahan dan dilanjutkan ke kepolisian.

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Eva Guna Pandia mengatakan, bayi laki-laki itu berbobot 3,2 Kg dan panjang 49 Cm. Pihaknya mengaku akan memintai keterangan dari berbagai saksi yang menemukan bayi itu. Langkah itu dilakukan untuk mencari tahu siapa orangtua yang tega membuang buah hatinya tersebut. ”Untuk sementara bayi yang baru berumur satu hari itu kita titipkan di RS Bhayangkara,” katanya.

Banyak Faktor

Pakar Psikologi Gender Unika Soegijapranata Dr Margaretha Sih Setija Utami MKes mengatakan, banyak faktor yang memicu orang tua membuang bayi. Salah satunya pola pikir masyarakat yang menganut standar ganda. Ketika ada gadis hamil di luar nikah disalahkan, namun si gadis juga tidak diberi pilihan apakah harus meneruskan kehamilan ataukah menggugurkan.

”Digugurkan dianggap berdosa oleh agama, kalau diteruskan dan bayi itu lahir, akan mendapat cercaan,” katanya.
Namun tidak semua bayi yang dibuang merupakan hasil kehamilan di luar nikah. Pada keluarga resmi, baik miskin ataupun kaya, juga terdapat  kecederungan membuang bayi. Keluarga miskin terpaksa membuang karena merasa tidak mampu menghidupi. ”Sedangkan keluarga menengah ke atas berpandangan bahwa anak adalah biang kerepotan dan menganggu karier.”

Dikatakannya, sebagian negara di barat mempunyai lembaga yang khusus menangani kehamilan tak diinginkan ataupun bayi yang lahir di luar nikah. Lembaga itu memberikan perlindungan dan pembinaan pada si ibu untuk menjamin hak-hak anaknya yang lahir kemudian. ”Kalau di kita kan hanya berhenti di cercaan saja. Lalu bagaimana dengan kasus kehamilan karena perkosaan? Rumit dan lebih dilematis lagi bagi si korban,” tandasnya. (H68,J12-61)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER