panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
09 Februari 2012
Tidak Populer, Sumur Resapan Kurang Dilirik CSR
BALAI KOTA- Sumur resapan untuk mencegah dan sekaligus menjaga cadangan air belum menarik minat perusahaan-perusahaan besar dalam menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR). Tak terkecuali CSR yang tersalurkan dalam program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pendekatan Lingkungan (Gerdu Kempling).
”Mungkin sumur resapan belum menjadi program yang populer,” ujar Kabid Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Infrastruktur Bappeda Kota Purnomo Dwi Sasongko, kemarin.

Memanen air hujan dengan sumur resapan dapat menanggulangi banjir cukup signifikan. Prinsip dasar pemanenan air hujan adalah mengalirkan air hujan yang jatuh di permukaan atap melalui talang air untuk ditampung ke dalam tangki penampung.

Kemudian, limpasan air yang keluar dari tangki penampung yang telah penuh itu disalurkan ke dalam sumur resapan yang meresapkan air hujan ke tanah.
Jika budaya memanen air hujan dan meresapkan limpahan air ke dalam tanah ini dimasyarakatkan, sejumlah besar keuntungan bisa didapat. Selain menghindarkan suatu wilayah dari genangan banjir, warga setempat juga akan mendapat sumber air bersih murah dan penambahan jumlah cadangan air tanah. Pemkot sendiri, sudah membuat percontohan sistem pemanenan air hujan (rain water harvesting) di Wonosari, Kecamatan Ngaliyan dan Tandang, Kecamatan Tembalang pada 2011.

Semarang dan Bandar Lampung terpilih sebagai kota yang ditunjuk dalam Program Jejaring Ketahanan Kota-kota Asia Terhadap Perubahan Iklim (ACCCRN) yang didukung oleh Rockefeller Foundation.

Milik Komunal

Instalasi pemanenan air hujan di kedua kelurahan itu bersifat perorangan dan komunal. Seperti di Wonosari, pembangunannya untuk individual di lima rumah warga. Sedangkan di Kelurahan Tandang, berupa instalasi sistem komunal yang berlokasi di SDN Tandang 3. Kegiatannya juga sama yang dilakukan di Wonosari, hanya ditambah dengan tiga tandon penampungan air yang rencananya untuk kebutuhan sekolah dan masyarakat sekitarnya.

Dengan percontohan itu, dia berharap bisa bermanfaat dan diaplikasikan oleh masyarakat sekitar. Sistem tersebut tergolong baru. Fungsinya dapat berkonstribusi untuk menambah akses ketersediaan air, terutama untuk wilayah rawan banjir dan kekeringan. Selain itu juga dapat mengurangi tingkat limpasan air hujan, menambah persediaan air bawah tanah.    

”Terpenting juga dapat mengurangi ketergantungan penggunaan air bawah tanah. Sistem ini juga bisa dikembangkan untuk kawasan pesisir, apalagi isu penurunan tanah di Kota Semarang cukup mengkhawatirkan. Dengan begitu, konsep ini bisa menjadi solusi penurunan tanah,” ungkapnya sembari menyebutkan biaya pemasangan instalasi pemanenan air hujan ini hanya Rp 3 juta-Rp 5 juta. (J9,H37-61) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER