panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
09 Februari 2012
Disdik-Setda Kelebihan Pegawai
  • Kelurahan Kurang 970 Pegawai
BALAI KOTA - Dinas Pendidikan dan Sekretariat Daerah Kota Semarang adalah dua instansi     yang kelebihan pegawai alias gemuk. Tercata, ada kelebihan 700 PNS. 

Sementara kelurahan-kelurahan justru kekurangan 970 pegawai. Hal itu terungkap dalam hasil penelusuran Badan Kepagawaian Daerah (BKD) yang disampaikan kepada Komisi A DPRD Kota Semarang. Karena itu, perlu pemerataan pegawai supaya tidak ada ketimpangan sumber daya manusia di instansi pemerintahan.
Anggota Komisi A Imam Mardjuki mengemukakan, kebijakan pemerataan itu syarat wajib bagi Pemkot sebelum mengajukan penambahan formasi pegawai 2012.

”Kalau masih ada yang gemuk dan kurang, jelas penambahan jelas kami tolak,”kata dia, kemarin.
Melihat data BKD, lanjut Imam, SKPD yang memiliki jumlah pegawai melebihi kuota yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN dan RB) No. 26/ 2011 tentang Pedoman Penghitungan Kebutuhan Pegawai, yakni Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Semarang dan Dinas Pendidikan (Disdik). Di lingkungan Setda saja ada kelebihan 111 pegawai, sedang Disdik 589 pegawai, disusul BKD 14 orang.
Sebaliknya, kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan, kekurangan 970 pegawai.

”Bagi SKPD yang kelebihan jumlah pegawai, BKD harus memetakan kembali kapasitas pegawai. Terutama Dinas Pendidikan, apakah kelebihan personel itu untuk tenaga pengajar atau tenaga fungsional lain. Di lingkungan Setda, saya mengusulkan jumlah yang lebih, disebarkan ke kelurahan yang saat ini kekurangan personel,”tandas dia.
Untuk Kecamatan Semarang Tengah, personel kelurahan yang kurang 58 pegawai, di Semarang Utara kurang 48 pegawai, Semarang Timur (46 pegawai), Gayamsari (40 pegawai), Genuk (88 pegawai), Pedurungan (31 pegawai), Semarang Selatan (39 pegawai), Candisari (35 pegawai), Gajahmungkur (39 pegawai), Tembalang (71 pegawai), Tugu (51 pegawai), Banyumanik (23 pegawai) dan Ngaliyan (55 pegawai) . Kekurangan personel kelurahan paling banyak ada di Kecamatan Mijen dengan 125 pegawai, disusul Gunungpati (120 pegawai), Semarang Barat (101 pegawai).
 
Masih Kurang

Saat ini, dari kuota yang ditentukan Pusat sebanyak 19.650 pegawai, Pemkot Semarang masih kurang 3.239 pegawai. Bagi Imam, bila kekurangan itu sudah terisi keseluruhan barulah bisa membuka formasi baru.
”Yang terpenting untuk aparatur kelurahan. Pegawai yang ada di Setda sudah saatnya dimutasi ke kelurahan. Bila terisi baru bisa tambah pegawai,”katanya. (H37,J9 -61) 
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER