panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
09 Februari 2012
Bau Tak Sedap Selokan Dikeluhkan
  • Dampak Perkembangan Lingkungan Kampus
GUNUNGPATI- Pengembangan permukiman yang begitu pesat di sekitar Kampus Unnes mulai memunculkan permasalahan lingkungan. Kondisi sekitar kampus di Kelurahan Sekaran mulai padat, kumuh, dan rentan menimbulkan polusi air.

Usaha yang berkembang mulai dari persewaan kamar kos atau kontrakan, jenis usaha jasa seperti rental, dan pencucian (laundry) mulai ada keluhan. Abu Khoeri (50) warga RT 1 RW 4 Kelurahan Patemon mengatakan, sikap warga yang kurang peduli terhadap lingkungan diketahui sudah berlangsung lama dan kembali dilakukan oleh warga pendatang yang membuka usaha di wilayah Banaran, Sekaran, dan Patemon. Sebagian besar selokan yang tertutup lahan parkir menuju tempat usaha, menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, pembersihan selokan sulit dilakukan mengingat warga menutup selokan bersambung dengan mengecor permanen.
”Kami sudah mengimbau melalui rapat musyawarah warga, namun tetap saja tidak digubris,” katanya, Rabu (8/2).

Selokan Tersumbat

Camat Gunungpati Bambang Supono mengatakan, saluran di lingkungan kampus tepatnya di sekitar Banaran memang diketahui tersumbat. Untuk mengatasinya, pihak telah mengirimkan surat ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA dan ESDM) Kota Semarang guna dilakukan penanganan.
”Beberapa waktu lalu kami menemukan saluran yang mampet di Banaran. Dinas PSDA dan ESDM yang turun langsung menormalisasi saluran dengan cara mengeruk material yang menyumbat,” jelasnya.

Menindaklanjuti keluhan bau tidak sedap dari selokan, dia didampingi staf kecamatan dan pihak Kelurahan Sekaran berjanji secepatnya meninjau ke lapangan dan melaporkan temuan tersebut ke dinas terkait. ”Kami mengecek lapangan bersama staf dan pak Lurah. Beberapa permasalahan yang ada di lapangan sudah dicatat untuk di musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) Kota Semarang,” tambahnya.
Kepala Dinas PSDA-ESDM Agus Riyanto menyatakan pihaknya akan menangani permasalahan saluran. ”Kalau memang ada keluhan, akan kami tindak lanjuti,” tandas dia. (H86,H37,J9 -61) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER