panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
09 Februari 2012
Harus Pandai Ngemong
BAGI Nanik Dwi Yamani menjadi sosok sebagai polisi wanita (Polwan) nyaris tak pernah terpikirkan ketika usia menginjak remaja, boleh dibilang wanita yang pernah lama tinggal di Magelang ini dulu tak menyangka kalau akhirnya menjadi polisi.

Namun panggilan jiwa itu mengalir begitu saja ketika ia masuk menjadi polisi pada tahun 1986 hingga kini karier terus menanjak dan kini menjadi Wakil Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polda Jateng.
Pangkatnya juga cukup mentereng Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), dan ia juga banyak mengenyam penugasan di berbagai bidang. Namun bidang yang paling berkesan ia rasakan justru ketika bertugas di bidang bimbingan masyarakat ini.

Betapa tidak, sebagai polwan di bidang Bimas, maka harus pandai ngemong, karena yang diemong adalah berbagai kelompok masyarakat dengan latarbelakang dan karakter yang bermacam-macam. ” Ya, kami bersama anggota memang harus pandai ngemong ketika memberikan bimbingan kepada kelompok masyarakat,” tutur suami Drs Subagyo, Kepala Bidang Kesejahteraan Pegawai pada Badan Kepegawaian Kota Semarang itu.
Bahkan kini ia bersama sejumlah anggotanya sedang fokus memberikan bimbingan di sejumlah kawasan wisata di Jawa Tengah, seperti di Zona Pengembangan Pariwisata Dieng Kabupaten Wonosobo dan sejumlah kawasan wisata lainnya.

Bahkan kini di sejumlah lokasi wisata di Jateng telah dibentuk ”Tanker”' singkatan dari Tim Anti Kejahatan dan Kekerasan. Mereka yang menjadi anggota komunitas ”Tanker” itu berasal dari berbagai macam profesi, baik petani, pedagang, warga sekitar desa wisata, bahkan tak sedikit ada yang bekas pelaku tindak kejahatan.

”Kami rekrut mereka menjadi anggota pamswakarsa yang tugasnya ikut mengamankan kawasan wisata di daerah mereka sendiri. Mereka kami beri pengertian, daerah wisata harus dijaga keamanannya, apalagi kawasan itu menjadi tempat mereka mencari nafkah sehari-hari. Jika keadaannya tidak aman ya akhirnya akan merugikan mereka sendiri,” tutur AKBP Hj Nanik Dwi Yamani ibu dari Cahaya Agung Purnama, kuliah di Fakultas Ekonomi Undip, Ratna Ayu Cahaya Kusuma Dewi dan Bahagia Puspitas Damayanti dua-duanya kuliah di Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Umum Undip Semarang.   

Tanpa KTA

”Para anggota Pamswakarsa itu meskipun tanpa diberi kartu tanda anggota (KTA) tapi mereka mendapat surat keterangan terima kasih dari Polda jateng atas partisipasinya dalam menjaga keamanan lokasi wisata,” wanita kelahiran Magelang 31 Agustus 1960 itu.

Keberadaan anggota pamswakarsa yang tergabung dalam kominitas ”Tanker” itu ternyata cukup membantu tugas-tugas kepolisian, buktinya mereka bisa menjadi ”informan” terhadap segala sesuatu kejadian yang belum diketahui polisi. ”Mereka biasa melaporkan tentang adanya orang-orang yang mencurigakan, dan itu bisa dilaporkan ke Polsek terdekat. sehingga polisi bisa dengan cepat menangani,” tutur lulusan Sepa Milsuk 1986 dengan pangkat awal letnan dua.

Sebagai petugas Bimas, AKBP Nanik sering mengunjungi lembaga pemsyarakatan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada para polisi penjara juga kepada para narapidana. (Agustadi-61 ) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER