UNGARAN- Salah satu indikator pengembangan Ungaran Barat sebagai salah satu daerah percontohan adalah usaha kecil mikro dan menengah berkembang dan ikut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu desa yang berkembang pesat Lerep. Desa paling dekat dengan pusat kota Ungaran itu terdapat banyak usaha yang berkembang.
Salah satunya, adalah usaha pembuatan keripik. Jenis produk pun beragam, seperti keripik tempe, tumpi, dan keripik singkong. Usaha ini membuat Desa Lerep layak disebut sebagai Keripik Center.
Dapat dikatakan, hampir setiap rumah memproduksi keripik. Salah satu wirausahawan bidang pembuatan keripik tempe adalah Asroh yang kebetulan juga dikenal sebagai kepala dusun. Dia merintis usaha mulai 1982. Keripik tempe buatan Asroh sudah mencapai pasaran mancanegara.
‘’Kami menjual keripik tempe polosan tanpa label atau merek. Para distributor yang memberi label kemudian baru dijual lagi pada konsumen,’’ ujarnya.
Setiap hari dia mampu memproduksi keripik tempe hingga 400 kg. Dia mengaku kadang-kadang kewalahan order. Usah tersebut juga banyak memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan keluarga.
Keripik Pisang
Wirausahawan sukses yang lain adalah Jumiatun. Usaha keripik pisang sudah dikenal seluruh Jawa Tengah. Jumiatun memulai usaha tahun 2002.
Dia mengaku hanya iseng karena pekerjaan sehari-hari hanya ibu rumah tangga. Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Semarang khususnya dan sekitarnya pada umumnya mempercayakan makanan ringan berupa ceriping pisang untuk acara-acara tertentu pada Jumiatun.
Ceriping Jumiatun juga pernah diminta untuk dipamerkan pada festival Jajanan Semarang dalam rangka menyambut Semarang Pesona Asia. (61)
-Sumariyadi ST, Kepala Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad