panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Selebrita
09 Februari 2012
Malaikat Tanpa Sayap
Hidup Tak Ada yang Mudah

JAKARTA - “Hidup adalah pilihan. Tapi, apakah kematian juga memberikan pilihan?” Demikian tagline film drama remaja berjudul Malaikat Tanpa Sayap arahan Rako Prijanto yang berangkat dari skenario pintar Anggoro Saronto dan disupervisi Titien Wattimena.

Film rilisan Starvision itu akan menyapa publik per 9 Februari. Apa yang membuat film drama yang diklaim sebagai bukan sekadar film cinta itu, menjadi tak biasa? Karena keberanian memberikan alternatif pilihan untuk berani hidup, alih-alih lebih berani mati. Meskipun sepanjang penceritaan film ini berusaha mati-matian menyedih-nyedihkan tokoh protagonis, dengan harapan menimbulkan simpati penonton.

Untuk penonton remaja, film yang mempunyai pesan moral manusia diberi kehendak memilih itu, akhirnya memenangkan pilihan untuk bertahan hidup, apa pun bayarannya, menjadi lebih berarti daripada sekadar ingin cepat-cepat mati. Betapa pun tidak mengenakkannya hidup yang dijalani.

Demikian kira-kira film yang dilakoni Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Surya Saputra, Ikang Fawzi, Kinaryosih, dan Agus Kuncoro, mengalirkan ceritanya. Meski banyak ditemukan lubang dari cara penyajian cerita, film yang juga memasukkan original sountrack “Malaikat Juga Tahu” milik Dewi Lestari itu, masih menunjukkan kewibawaannya sebagai sebuah drama.  

Menjual Jantung

Di film Malaikat Tanpa Sayap, kisah antara tokoh Vino (Adipati Dolken) yang harus “membiayai” orang tuanya yang papa, diperankan Surya Saputra dan adiknya yang masih bocah (Geccha Qheagaveta) setelah ditinggal pergi ibunya (Kinaryosih), karena faktor ekonomi, menjadi menu cerita. Sebagai anak SMA, Vino harus memutar otak bagaimana membiayai sekolah, biaya rumah sakit adiknya, juga kontrakan rumah. Sementara ayahnya tidak bisa apa-apa, kerjanya diam. Meski sesekali dia menjadi sopir taksi.

Pada titik ini, Vino bersiborok nasib dengan Mura (Maudy Ayunda) yang diam-diam sedang mencari jantung baru demi mentranplantasi jantung aslinya yang sudah tidak berfungsi.  

Antara Vino dan Maura sudah sama-sama menyadari, jika dalam hidup tak ada yang mudah.  Siapakah yang akan menyelamatkan keduanya? Bisa ditebak, malaikat tak bersayap, yang selama ini bersemayam di sosok ayah Vino, yang kesehariannya terlihat tanpa daya dan papa itu. Pesan moralnya; jangan pernah menyepelekan orang di sekitar kita yang terlihat sangat tidak berdaya. Karena jangan-jangan dia adalah malaikat yang menyaru dalam kehidupan kita, dalam rupa yang jauh dari rupawan, namun hanya masalah waktu, menyelamatkan semua orang yang ada di sekitarnya, tanpa kita duga. (G20-37)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER