PATI-Bangunan Masjid Baiturrozak yang berlokasi di dekat bantaran Sungai Bapoh, turut Dukuh Bonagung, Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, terancam roboh. Pasalnya, bantaran sungai tersebut sempat longsor beberapa kali akibat terkikis aliran air sungai. Sementara bantaran sungai mengalami longsor lebih kurang sepanjang 30 meter.
Mulanya, jarak antara bangunan masjid dan bibir Sungai Bapoh antara 4-5 meter. Namun, karena bantaran sungai kerap longsor, jaraknya hanya tinggal sekitar 1 meter.
Menurut Sutiyono, warga setempat, longsornya bantaran sungai dimulai sejak memasuki musim penghujan tahun ini. Hingga sejauh ini debit air kerap meningkat. Pasalnya, menampung air hujan, sungai ini juga mendapat gelontoran air dari wilayah lereng Gunung Muria.
“Jika tak segera diperbaiki, lama-kelamaan bangunan masjid bisa roboh. Akibat sering longsor, jarak antara bangunan masjid dan bibir sungai hanya tinggal satu meter. Padahal, sebelumnya jaraknya antara 4-5 meter,” katanya.
Disemen
Dia mengusulkan, agar dinding Sungai Bapoh disemen. Sebab, dinding sungai yang masih berupa tanah sangat rentan longsor karena terkikis aliran air.
“Rencananya, dalam waktu dekat ini kami akan mengajukan permohonan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pati supaya dinding Sungai Bapoh bisa ditalut (disemen-Red),” ujar Sutiyono, yang juga pengurus masjid tersebut.
Dengan menggunakan material semen dan batu, ke depan diharapkan dinding Sungai Bapoh tak mudah terkikis aliran air. Menurutnya, hal tersebut penting untuk segera dilaksanakan. Sebab tanah pada bantaran sungai tergolong labil. Sehingga mudah terjadi longsong bila debit air sungai meninggi. “Apalagi kalau aliran airnya cukup deras. Dinding yang masiih berupa tanah akan sangat mudah terkikis, dan akhirnya sampai menyebabkan longsor,” ujarnya.(K34-42) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad