KUDUS-Untutk mencegah serangan flu burung yang disebabkan virus influenza tipe A (H5N1), kini pengawasan lalu lintas ternak unggas diperketat dengan pemantauan. Meski sejumlah kendala tetap saja masih dijumpai.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Kabupaten Kudus, Budi Santoso melalui Kepala Bidang Peternakan, Sa’diyah kemarin mengakui, memang sampai saat ini tidak ada laporan mengenai kasus serangan flu burung. Baik laporan dari usaha peternakan maupun penduduk yang memiliki unggas.
“Yang pasti saat ini pemantauan lalu lintas ternak unggas di sejumlah tempat, seperti peternak maupun pasar mulai diperketat. Hanya saja pengawasan memang tidak mudah dilakukan,” katanya.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini. Sebab di wilayah lain di Jateng dikabarkan sudah ada enam desa yang terserang flu burung.
“Dengan tanda-tanda ditemukannya unggas mati mendadak dalam jumlah banyak,” terangnya.
Dia berharap peristiwa seperti itu tidak terjadi. Karena itu perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin. “Kami juga sudah menyiapkan setidaknya 35.000 vaksin dan disinfektan yang akan diberikan pada yang membutuhkan, terutama peternak unggas,” terangnya.
Sa’diyah menambahkan sampai saat ini Kabupaten Kudus masih dinyatakan nihil dari serangan flu burung, meski di beberapa wilayah sekitarnya sudah terkena serangan flu burung. (J18-32) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad