SEMARANG- Untuk menyukseskan Visit Jawa Tengah 2013, promosi ke luar negeri merupakan langkah yang penting,
di samping juga promosi di dalam negeri.
Peningkatan kunjungan wisatawan, baik mancanegara (wisman) maupun Nusantara (wisnus), ke Jawa Tengah sebagian besar merupakan hasil dari kegiatan promosi tersebut.
Promosi yang dilakukan bertujuan menanamkan citra Jawa Tengah di mata masyarakat luar negeri dan dalam negeri. Tanpa promosi, tidak mungkin pariwisata provinsi ini dapat berkembang dengan baik.
Ketua dan Sekretaris Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jateng, Heru Isnawan dan Gunarso, menekankan hal tersebut, kemarin.
Menurut Gunarso, kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2007 jumlah wisman 302.116, wisnus 15,7 juta orang; tahun 2008 wisman 302.977, wisnus 16,2 juta; tahun 2009 wisman 308.519, wisnus 21,2 juta; tahun 2010 wisman 317.808, wisnus 22,2 juta orang.
Selain data tersebut, juga ada peningkatan kunjungan wisatawan kapal pesiar lewat pelabuhan Tanjung Emas. Mereka mengunjungi Candi Borobudur sebagai tujuan utama. Mereka juga mengunjungi lokasi wisata di Kota Semarang dan sekitarnya, antara lain Kelenteng Sampokong, Kota Lama, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Museum Ronggowarsito, Hill Joglo Resort Ungaran; menyaksikan tari tradisional dan orang membatik.
Data dari Cruise Management di Monaco, untuk tahun 2012 saja 22 kapal pesiar akan singgah di Tanjung Emas, mengangkut 13.890 wisatawan. Kunjungan mereka sudah dikelola cukup baik oleh para pelaku biro perjalanan.
’’Tidak mudah membentuk mindset wisatawan melalui tour operator, kalau kita tidak secara periodik dan berkesinambungan mendekatkan produk pariwisata Jateng kepada calon wisatawan,’’ katanya.
Tantangan
Heru menambahkan, Visit Jawa Tengah 2013 adalah tantangan bagi Pemprov Jawa Tengah dengan seluruh jajarannya, bukan hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, melainkan juga instansi lain, para pelaku pariwisata, dan masyarakat.
Oleh sebab itu, mereka berpendapat, event tahunan luar negeri tidak boleh ditinggalkan begitu saja, termasuk oleh para pelaku wisata yang tergabung di dalam BPPD. Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah sebagai fasilitator.
’’Promosi ke luar negeri perlu didukung semua pihak, kalau memang kita bersama ingin Visit Jawa Tengah 2013 sukses. Kita perlu memanfaatkan sisa waktu menuju 2013 dengan menggencarkan promosi tersebut,’’ kata Heru.
Event yang menurut rencana diikuiti antara lain Internationale Turismo Burse (ITB) di Berlin 7-11 Maret 2012 dan Natas Travel Fair di Singapura 22-26 Februari 2012. Masih banyak event luar negeri yang lain, namun Jateng memilih event yang sesuai pangsa pasar yang dibidik, juga demi efektivitas dan efisiensi.
Event dalam negeri yang perlu diikuti antara lain Tourism Indonesia Meeting and Exhibition (TIME), Gebyar Wisata Budaya Nusantara (GWBN) di Jakarta, Jawa Barat Travel Exchange (JTX) di Bandung, Borobudur Travel Mart and Exhibition (BTMX), dan Majapahit Travel Fair (MTF) di Surabaya.
Heru menjelaskan, BPPD adalah mitra Pemprov dalam kegiatan promosi pariwisata. Hal itu sesuai dengan UU Kepariwisataan No 10 Tahun 2009 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No 8 Tahun 2011 tanggal 10 Februari 2011 dan SK Gubernur Jawa Tengah No.556/7/2011 tanggal 16 Februari 2011. (C19-77)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad